Banyuwangi (beritajatim.com) – Pengrajin bambu di Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari meraup berkah memasuki bulan suci Ramadhan. Pesanan hampers Lebaran dari anyaman bambu mulai berdatangan dari berbagai daerah maupun luar kota.
Selain itu pesanan juga banyak datang dari pengusaha UMKM dan parsel dari luar Banyuwangi seperti dari Malang, Surabaya dan Jakarta.
Seperti salah satu pengrajin hampers Lebaran dari bambu, Syukron Makmur. Pemuda Desa Gintangan ini mengaku order hampers baik dari instansi BUMN maupun pengusaha parsel.
“Yang paling diminati sekarang itu berupa tas anyaman bambu,” ungkap Syukron Makmur, Kamis (16/3/2023).
Saat ini, kata Syukron, peningkatan order hampers lebaran berupa tas anyaman bambu mencapai 80 persen. Ada tiga jenis tas anyaman bambu yang kini dibuat.
“Untuk harga kerajinan bambu terutama hampers tas ayaman ini mulai kisaran Rp 30 ribu hingga ratusan ribu per bijinya,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banyuwangi”]
Semakin meningkatnya pesanan, Syukron mengaku kewalahan. Karena pengrajin bambu di Desa Gintangan terdampak sempat terdampak pandemi.
“Selama dua tahun lebih pengrajin bambu di sini sangat terdampak. Roda ekonomi berhenti, kita harus kreatif,” ungkapnya.
Desa Gintangan merupakan desa sentra kerajinan bambu. Aneka kerajinan bambu mulai dari kap lampu, lampion, tempat tisu, songkok, aneka parsel lebaran, aneka tas bambu. [rin/but]






