Blitar (beritajatim.com) – Mendekati Hari Raya Natal, Tim Koordinasi Pengawasan Pembinaan Makanan dan Obat (TKP2MO) terus melakukan sidak makanan dan minuman ke sejumlah toko. Hasilnya petugas masih mendapati sekitar 30-an makanan yang tidak layak konsumsi.
Beberapa makanan yang ditemukan oleh petugas diketahui telah kedaluwarsa. Sehingga membahayakan jika dikonsumsi oleh warga.
Selain itu sejumlah makanan kaleng juga dalam kondisi rusak. Bagian luar kemasan banyak yang penyok. Sehingga oleh petugas dinyatakan tidak layak konsumsi.
“Sebenarnya sudah lebih bagus dari kemarin, tapi tetap kita temukan makanan yang kedaluwarsa, kemasan rusak atau kalau produk lokal belum punya PIRT,” ucap Agus Saptoni, Koordinator TKP2MO Kota Blitar, Rabu (20/12/23).
TKP2MO Kota Blitar langsung menyita sejumlah makanan yang tidak layak konsumsi tersebut. Produk makanan itu kemudian akan langsung dimusnahkan.
Total pada Rabu (20/12/23) ini, ada 4 toko serta swalayan yang disidak oleh petugas TKP2MO Kota Blitar. Sasaran utamanya adalah makanan, minuman serta snack yang biasa dibeli oleh umat Kristiani untuk perayaan Hari Raya Natal.
“Ini dalam rangka pembinaan semua dinas kita libatkan, agar pemilik usaha dan pembeli juga teliti,” teganya.
Sidak makanan dan minuman ini akan terus dilakukan oleh petugas hingga mendekati hari raya Natal tahun 2023 mendatang. Pemerintah Kota Blitar tidak ingin kekhusyukan dan kenikmatan hari raya Natal dirusak dengan kejadian atau peristiwa keracunan akibat makanan yang tidak layak konsumsi.
Untuk itu tugas akan terus berkeliling ke sejumlah toko dan swalayan yang ada di Bumi Bung Karno untuk memeriksa kelayakan dari makanan yang dijual oleh para pedagang. Para pembeli pun juga diimbau untuk lebih selektif dalam memilih produk makanan maupun minuman jelang hari raya Natal 2023 ini.
“Dengan adanya kegiatan ini kami harapkan masyarakat jadi lebih paham dan lebih cerdas untuk memilih makanan dan minuman menjelang hari raya Natal 2023 ini,” tutupnya. (owi/kun)






