Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang pertandingan melawan PSS Sleman dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, tiga pemain Persebaya dinyatakan positif Covid-19. Hhal itu diketahui berdasarkan hasil tes swab PCR yang dilakukan oleh tim yang baru datang di Bali, Kamis (27/1/2022).
Tidak ada gejala apa pun pada ketiga pemain tersebut. Namun demikian, tiga pemain tersebut tetap menjalani karantina, sesuai dengan arahan PT LIB dan Satgas Covid-19 di Bali. Pengumunan adanya pemain yang positif Covid tersebut disiarkan melalui situs klub mereka, Sabtu (29/1/2022) sore.
Dalam laman tersebut juga dijelaskan bahwa Persebaya terus menjalani koordinasi intens dengan pihak-pihak berwenang guna memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan sebaik-baiknya. Semuanya demi keamanan pemain yang terpapar Covid-19 maupun pemain dan offisial tim lainnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”persebaya”]
Sebelumnya pelatih Persebaya Aji Santoso menyatakan bahwa pihaknya memperketat kegiatan para pemainnya. Selain kasus penyebaran Covid-19 jenis Omnicron cukup tinggi, tim asal Surabaya ini tak mau kecolongan pemainnya positif Covid, seperti beberapa pemain Arema FC.
Pelatih asal Malang ini mengatakan, para pemain yang akan melakukan kegiatan keluar hotel harus sepengetahuan para pelatih dan ass pelatih. Tujuan keluar mereka harus jelas, minimal kepentingannya harus benar-benar yang mendesak.
“yang jelas saya akan memperketat pemain tidak boleh keluar sembarangan, kalau tidak perlu sekali tidak usah keluar. Dan jika memang mendesak harua izin ke saya, minimal ass pelatih karena kita sudah ada contoh kemarin,” ungkap Aji Santoso. [way/suf]






