Ponorogo (beritajatim.com) – Ada 341 guru honorer yang tahun 2021 lalu sudah lolos passing grade atau ambang batas namun belum mendapatkan penempatan sekolah. Nah, ratusan guru ini, pada rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun ini diistimewakan. Mereka dikategorikan dalam prioritas pertama (P1). Dimana tidak akan menjalani seleksi lagi, mereka dimudahkan hanya melakukan pendaftaran saja.
Namun, hingga selesai batas waktu pendaftaran selesai, dari 341 formasi guru PPPK untuk prioritas pertama (P1), ternyata ada 11 formasi yang tidak terisi. Usut punya usut ada berbagai alasan yang melatarbelakangi formasi untuk prioritas pertama itu kosong. Yakni ada seorang guru honorer yang masuk P1 itu sudah meninggal dunia. Kemudian ada juga yang memilih mundur dengan alasan keluarga dan kesehatan.
“Jadi formasi guru honorer yang P1 itu, hanya terisi 330, sehingga ada 11 yang tidak terisi,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ponorogo, Andy Susetyo, Jumat (18/11/2022).
Andy merinci 11 formasi yang kosong itu, ada seorang yang meninggal dunia. Kemudian ada 3 orang yang menyatakan mundur dengan berbagai alasan. Sisanya, ada 7 formasi itu, karena tidak bisa diangkat menjadi guru PPPK tahun ini. Sebab, slot penempatan guru mata pelajaran (mapel) di Kabupaten Ponorogo ini sudah penuh.
“Yang penuh ini adalah guru prakarya jenjang SMP. Sehingga 7 guru ini harus masuk waiting list atau bisa jadi menunggu guru mapel tersebut pensiun untuk bisa diangkat menjadi guru PPPK,” katanya.
Andy menambahkan bahwa sebenarnya 7 guru mapel prakarya ini, sudah ditawari oleh Pemerintah Pusat menjadi guru PPPK untuk mengisi kekosongan di luar pulau. Namun, karena alasan jarak, mereka merasa keberatan dan menolak tawaran tersebut. Dia menyebut bahwa 7 guru yang masuk waiting list sudah dilaporkan ke Pemerintah Pusat. Selain itu juga sudah Ia sampaikan ke rapat-rapat tentang PPPK ditingkat provinsi.
“Keadaan ini sudah kita laporkan ke Pusat. Kita berharap segera ada kepastian dan solusi untuk ketujuh guru tersebut,” kata mantan Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo itu.
Untuk diketahui rekrutmen PPPK guru di lingkup Pemkab Ponorogo sudah dibuka sejak tanggal 1 November 2022 lalu. Data BKPSDM untuk PPPK guru, Kabupaten Ponorogo mendapatkan jatah 541 lowongan. Dari jumlah itu, sebanyak 341 sudah digaransi untuk prioritas pertama (P1). Yakni untuk guru honorer yang pada tahun 2021 lalu lolos passing grade atau ambang batas, namun belum mendapatkan sekolah. Dalam rekrutmen PPPK guru tahun ini, mereka diberikan kemudahan lagi. Yakni hanya melakukan pendaftaran saja.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pppk”]
“Guru honorer prioritas pertama ini, cukup melakukan pendaftaran saja. Tidak melalui seleksi lagi, sebab tahun lalu mereka sudah lolos passing grade,” kata Kepala BKPSDM Andy Susetyo.
Setelah mendaftar, para guru honorer P1 ini hanya tinggal menunggu saja proses penempatan sekolah. Sebab, Pemerintah Pusat juga akan melakukann penempatan tugas di sekolah. Tentunya sekolahnya yang berada di bumi reog.
“Penempatan tugas untuk guru honorer kategori P1, dilakukan Pemerintah Pusat,” pungkasnya. [end/but]






