Banyuwangi (beritajatim.com) – Libur panjang menjadi kesempatan bagi setiap orang untuk mengisi waktu. Di sela-sela libur kerja maupun sekolah bisa menjadi momen untuk merefresh diri.
Sejumlah tempat dan destinasi wisata bisa dipilih untuk lokasi berwisata. Salah satunya Banyuwangi.
Ya, Banyuwangi bisa menjadi salah satu tujuan wisata menarik saat libur panjang. Ada berbagai destinasi yang bisa dikunjungi.
Mulai dari wisata alam berupa gunung, perkebunan, pantai atau laut, hingga wisata budaya. Tapi, apa jadinya kalau wisatawan datang saat libur panjang bersamaan?
Ini bisa menjadi catatan, karena Banyuwangi jadi jujugan banyak orang. Sudah pasti harus mengetahui plus minusnya.
BACA JUGA:
Desain Bandara Internasional Banyuwangi Jadi Rujukan
Flashback ke libur panjang kemarin. Sebut saja musim libur Idul Adha pada 28-2 Juli 2023 lalu. Sejumlah destinasi wisata dan hotel di Banyuwangi kebanjiran pengunjung.
Saat itu, wisatawan melonjak tajam hingga 50 persen dari hari normal biasa. Bahkan, okupansi hotel naik sekitar dua kali lipat.
Paling mudah, tengok saja destinasi di pinggiran Kota Banyuwangi, salah satunya Pantai Cacalan, di Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Di tempat ini pengunjung tampak membludak setiap harinya hingga mencapai 50 persen.
Pemandangan menarik dan atraksi yang menantang menjadi pemanis destinasi wisata di seberang Selat Bali itu. Wisatawan lokal maupun luar kota tampak mendominasi kunjungan itu.
“Wisatawan mayoritas berasal dari luar kota. Mereka membawa mobil pribadi dan kendaraan rental bermuatan banyak orang,” kata pengurus Pokdarwis Pantai Cacalan, Awan Miswantoro.
Sementara itu, tingkat keterisian kamar hotel selama libur panjang juga meningkat. Asisten Marcom Manager Aston Banyuwangi Hotel, Hilman Tantowi mengatakan, kamar-kamar hotel yang tersedia hampir penuh terisi selama libur panjang.
“Rata-rata okupansi di Aston Banyuwangi sekitar 90 persen,” ungkap Hilman.
Bukan hanya destinasi wisata dan hotel, pusat oleh-oleh di Banyuwangi juga meraup berkah libur panjang.
“Alhamdulillah kami sangat merasakan dampak perputaran ekonomi dari long weekend ini. Tentunya kami telah menyiapkan strategi sebelumnya untuk menyambut momentum libur lebaran Idul Adha ini,” ungkap Ahmad Jasari, Public Relation pusat oleh-oleh Pakde Osing Banyuwangi.
Sementara itu, Kabid Pemasaran pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi, Ainur Rofiq bersyukur libur panjang menjadi berkah bagi pelaku usaha dan jasa wisata di Banyuwangi.
“Semoga para wisatawan yang datang ke Banyuwangi juga merasa aman dan nyaman. Nantinya jika ada kesempatan di lain waktu mereka dapat liburan ke Banyuwangi lagi dengan mengajak keluarga maupun temannya,” kata Rofiq.
Rofiq menambahkan, Pemkab Banyuwangi telah melatih pelaku jasa pariwisata di Bumi Blambangan untuk melakukan standarisasi terkait Halal, Higienis, dan Sehat (H2S).
BACA JUGA:
Ini Penampilan Spektakuler Penutup Banyuwangi Ethno Carnival
Pelatihan itu merupakan kerja sama pemkab dengan dengan Kementerian Agama, dan perguruan tinggi yang ada di Banyuwangi.
“Kami telah memberikan pelatihan H2S, jadi kami juga berharap kepada semuanya yang sudah turut untuk menerapkannya supaya wisatawan yang datang kesini tetap merasa aman dan nyaman.” jelas Rofiq.
Ditambah, gelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2023 kemari juga cukup menyedot kunjungan wisatawan. Rombongan Menteri Kesehatan dan Men-PAN RB juga memberi dampak.
Apalagi, ada peserta dari daerah lain juga turut meramaikan acara tersebut.
“Rangkaian BEC 2023 cukup panjang, kurang lebih satu pekan. Serangkaian kegiatan tersebut meliputi parade ethno wear, musyawarah nasional badan pengelola Geopark se-Indonesia, muhibah budaya, parade Banyuwangi Ethno Carnival, Awarding, dan Konser musik BEC,” tuturnya.
Bagaimana, apakah masih ingin datang ke Banyuwangi saat libur panjang?. Jangan kapok, sekali datang ke Banyuwangi pasti ingin kembali. [rin/beq]






