Pacitan (beritajatim.com) – Kondisi jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Wonoanti dengan Desa Nglaran dan Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, Pacitan mengalami kerusakan parah.
Aspal di beberapa titik jalur tersebut mengelupas dan menyisakan batu kerikil yang berserakan di badan jalan.
Tak hanya itu, sejumlah lubang besar juga menganga dan membahayakan pengguna jalan. Kerusakan terparah terpantau sepanjang kurang lebih satu kilometer dan hingga kini belum mendapat penanganan.
Salah seorang pengendara, Wisnu, mengungkapkan bahwa kondisi jalan terus memburuk dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, kerusakan tidak hanya menyulitkan pengendara roda dua, tetapi juga kendaraan roda empat.
“Sekarang makin parah, tidak hanya motor yang kesulitan, mobil juga harus ekstra hati-hati. Ini termasuk yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya Selasa (5/5/2026).
Keluhan serupa disampaikan warga setempat, Mawan. Ia menyebut, sebelumnya warga bersama komunitas angkutan masih mampu melakukan perbaikan secara swadaya dengan menambal jalan yang rusak. Namun, kondisi saat ini dinilai sudah terlalu parah untuk ditangani secara mandiri.
“Dulu sering ditambal swadaya, tapi sekarang kerusakannya sudah berat sekali, sulit kalau hanya mengandalkan warga,”katanya.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki jalan tersebut. Perbaikan dinilai penting guna memperlancar mobilitas warga, termasuk aktivitas ekonomi dan perjalanan anak-anak menuju sekolah.
Jika tidak segera ditangani, kerusakan jalan dikhawatirkan akan semakin meluas dan meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut. (tri/ted)






