Jember (beritajatim.com) – Sejumlah nelayan berunjuk rasa karena jalan menuju bibir pantai di Dusun Jeni, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (19/7/2021). Mereka memprotes penutupan jalan menuju pantai laut selatan untuk usaha tambak.
“Warga keberatan karena akses jalan ditutup pengusaha tambak. Kemudian dilakukan mediasi dan musyawarah oleh pemerintah desa setempat,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Komang Yogi Arya Wiguna.
Kesepakatan pun akhirnya tercapai. “Akses jalan yang tertutup itu dibuka lagi oleh pihak pengusaha tambak,” kata Komang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”nelayan-jember”]
Situasi di pesisir laut selatan Jember tengah menghangat menyusul munculnya konflik antara pengusaha tambak dengan nelayan. “Memang ada potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Komang.
Polisi juga tengah mendalami laporan terhadap enam orang nelayan. “Sejauh ini masih proses penyelidikan. Kami mengambil keterangan berbagai pihak. Nanti kami akan gelar perkara hasilnya,” kata Komang.
Polisi mempersilakan kepada nelayan dan masyarakat untuk menyampaikan informasi terkait kasus tersebut, termasuk soal dugaan adanya kriminalisasi terhadap nelayan. “Silakan ajukan data-data kepada kami, nanti kami akan selidiki,” kata Komang. [wir/kun]






