Magetan (beritajatim.com) – Jalan alternatif ke Kampung Madinah via Karas-Karangrejo, tepatnya di Desa Ginuk Kecamatan Karas Kabupaten Magetan, Jawa Timur banyak lubang. Jalan sepanjang 2 kilometer itu tak sepenuhnya mulus, tepat di kawasan Ginuk tersebut, ada puluhan lubang dengan varian diameter dan kedalaman sekitar 10 cm membuat pengguna jalan bermanuver agar tak terperosok.
Pantauan beritajatim.com pada Kamis (11/05/2023) , jalan di Ginuk tersebut merupakan salah satu jalan alternatif ke Kampung Madinah, Desa Temboro Kecamatan Karas Magetan. Utamanya untuk warga yang berasal dari Panekan maupun Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi.
Pun, jalan tersebut dipenuhi puluhan lubang mulai berdiameter sekitar 15 cm hingga 30 cm lebih. Kedalamannya mulai 10 cm hingga 20 cm. Untuk kendaraan roda empat mungkin tak akan terlalu merasakan, namun bagi kendaraan roda dua pasti akan terasa.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/santri-dianiaya-senior-dan-pengurus-ponpes-di-magetan/
Pun, faktor utama yang menjadikan jalan aspal itu gampang rusak adalah karena maraknya dump truk tambang batu dan tanah urug yang melewati jalan tersebut untuk menuju sejumlah Galian C di Kecamatan Karas.
Rusaknya jalan tersebut membuat sejumlah pengguna jalan mengeluh. Salah satunya Devi Purnamasari, salah seorang warga Karangrejo, Magetan yang kebetulan lewat jalan tersebut mengeluh. Dia pun kadang harus melewati jalan itu untuk menuju ke Kecamatan Kendal Ngawi.
“Ya gimana ya. Lewat jalan ini harus siang hari. Kalau malam makin ngeri ya. Selain jalannya rusak, di sini tuh minim penerangannya. Tentu kami mengharap jalan ini bisa diperbaiki supaya lewat sini gak was-was,” kata Devi.
Sejauh ini, dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Magetan belum ada unggahan proyek perbaikan jalan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan belum menjawab saat media ini meminta konfirmasi terkait jalan rusak tersebut. (fiq/kun)






