Mojokerto (beritajatim.com) – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur Imam Utomo secara virtual mengukuhkan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto Teguh Gunarko sebagai Ketua PMI Kabupaten Mojokerto masa bakti 2021-2026 di Pendapa Graha Majatama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto.
Pengukuhan yang mengacu pada Surat Keputusan (SK) PMI Provinsi Jawa Timur Nomor 129/KEP/ 02.06.00/XII/2021 tentang Pengesahan Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia Kabupaten Mojokerto Masa Bakti Tahun 2021-2026, disahkan melalui penandatanganan berita acara oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan Sekdakab Teguh Gunarko.
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menginstruksikan agar pelaksanaan tugas PMI harus dijalankan sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. Selain terkait ketersediaan darah, Bupati juga menyebut perihal sertifikasi para relawan PMI sebagai salah satu alat ukur atau indikator kinerja anggota.
“Peyediaan darah harus menjadi tugas fokus PMI yang tidak bisa dikesampingkan. Namun di samping itu, kita juga harus memperhatikan sertifikasi. Perlu adanya suatu pengakuan standar kompetensi relawan. Harus ada proses pelaporan secara rinci kepada Pemerintah. Karena PMI tidak bertugas untuk kemanusiaan saja,” ungkapnya.
Namun juga profesional, bekerja secara terukur dan bisa dipertanggungjawabkan. Bupati juga menegaskan kembali terkait imbauan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terkait satuan gugus PMR yang ada di dalam sekolah. Sehingga Bupati mengarisbawahi imbauan dari Gubernur tersebut agar bisa dilaksanakan dengan baik.
Ketua PMI Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko mengatakan, siap mengemban tugas dengan bekerja sebaik-baiknya bersama pengurus serta para relawan PMI Kabupaten Mojokerto. “Bersama pengurus yang baru dan para relawan, kami siap bekerja sebaik-baiknya dengan iklhas sebagai tugas mulia. Kami akan terus bersinergi bersama seluruh stakeholders,” tuturnya.
Karena, Sekdakab ini, kekuatan PMI Kabupaten Mojokerto tanpa didukung pemangku kebijakan, tidak mungkin. Menurutnya, PMI membutuhkan support untuk 5 tahun ke depan terkait sarana gedung dan prasarananya sehingga pihaknya berharap Pemkab Mojokerto juga memberikan support kedepannya agar PMI Kabupaten Mojokerto bisa memenuhi yang menjadi imbauan Gubernur Jawa Timur tersebut.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-mojokerto”]
Sementara itu, Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo dalam sambungan virtual mengucapkan selamat atas Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Mojokerto masa bakti 2021-2026 hari ini. Imam berpesan agar PMI bisa berkolaborasi dengan Pemerintah terkait tugas-tugas ke depannya. “Selamat atas dilantiknya pengurus baru PMI Kabupaten Mojokerto hari ini,” ujarnya.
Pihaknya berharap para anggota dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai program kerja setiap tahun. PMI Provinsi Jawa Timur juga telah melaksanakan musyawarah kerja program tahun 2022, yang nanti bisa diikuti oleh PMI Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan.
“Yakni terkait donor darah, penanggulangan bencana bekerja sama dengan Pemerintah, juga gugus tugas PMR di sekolah. Bantuan bencana alam dari BPBD, tidak bisa berdiri sendiri. PMI harus ada di sana, baik itu di posko, proses evakuasi dan lainnya,” terangnya. [tin/but]






