Surabaya (beritajatim.com) – Secara geografis, Israel merupakan bagian dari benua Asia. Tetapi, di kancah sepakbola internasional mereka tergabung dalam UEFA yang beranggotakan negara-negara Eropa. Sebagaimana Austrlia yang bergabung ke AFF, Federasi sepakbola Asia, bergabungnya Israel ke UEFA pun bukan tanpa sebab.
Sebelumnya, Israel adalah bagian dari AFF. Kiprah mereka pun cukup baik dengan menjuarai kejuaraan Yunior Asia tahun 1967 dan Juara Piala Asia 1970. Namun, prestasi ini bisa terwujud karena sebagian tim yang melawan mereka memilih untuk walkout atau mengalah.
Bukan karena ada pengaturan skor, tetapi sebagai bentuk permusuhan dan boikot mereka terhadap negara ini dan mendukung perjuangan Palestina. Mereka lebih memilih kalah daripada harus bertanding dengan serius melawan Israel.
Hal ini yang membuat status keanggotaan Israel di AFC dipersoalkan. Mereka tidak menganggap dan tidak ingin nama Israel ada di AFC. Pada 1974, Kuwait membuat proposal untuk mengeluarkan Israel dari AFC. Hasilnya 17 setuju dan 13 menolak, sementara 6 abstain (netral).
Proposal ini tak lain terkait dengan pelaksanaan Asian Games 1974. Kala itu, Kuwait dan Korea Utara terpaksa menolak bertanding, karena lawan yang dihadapi adalah Israel. Dibuang dari AFC, Israel pun bergabung dengan Oceania pada 1974. Namun akibat faktor geografis membuat Israel tak betah. Tim Israel yang harus bepergian jauh untuk partai tandang.
Tahun 1991 sejumlah klub Israel mulai berpartisipasi di kompetisi antarklub Eropa. Mereka pun mengikuti kualifikasi Piala Dunia pada 1992. UEFA akhirnya menampung Israel untuk menjadi anggota pada tahun 1994. UEFA sama sekali tidak menyinggung terkait Israel yang melakukan penyerangan ke Palestina. Padahal, Israel menyalahi statuta FIFA pasal 3.
Pada pasal tersebut tertulis secara tegas jika diskriminasi dalam bentuk apapun terhadap negara, orang pribadi atau sekelompok orang dengan membawa-bawa etnis, jenis kelamin, bahasa, agama, politik atau alasan lain sangat dilarang dan akan dihukum lewat suspensi atau dihapus dari keanggotaan FIFA.
Itulah alasan Timnas Israel bisa ikut dalam keanggotaan UEFA, karena mendapat tekanan dari banyak negara di AFC. [dan/tur]






