Ringkasan Berita :
* Inspirasi Schools bekerja sama dengan Cambridge International Education sukses menggelar acara parent talk “Discover Our Cambridge Programme” di Sidoarjo pada Sabtu, 23 Mei 2026, sebagai ruang diskusi untuk menyelaraskan pemahaman orang tua mengenai pentingnya proses belajar berbasis standar global dan karakter anak sejak dini.
* Acara ini menekankan bahwa kurikulum internasional bukan sekadar label hasil akhir, melainkan sebuah ekosistem fleksibel yang memperkaya Kurikulum Merdeka melalui kolaborasi rutin antara pihak sekolah dan orang tua.
* Selain fokus pada penguatan bahasa Inggris dan bidang STEM, sekolah ini juga memperkenalkan inovasi unik berupa kurikulum catur wajib (mandatory) yang diterapkan sejak jenjang TK untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, logika, serta ketahanan mental siswa secara menyenangkan.
———————————————-
Sidoarjo (beritajatim.com) – Inspirasi Schools sukses menggelar acara parent talk interaktif dan diskusi panel bertajuk “Discover Our Cambridge Programme” pada Sabtu (23/5/2026). Bertempat di kampus Inspirasi Schools di The JIVANA Homes, Sidoarjo, acara ini menjadi ruang diskusi hangat bagi para orang tua, pendidik, dan perwakilan Cambridge International Education untuk mengupas tuntas masa depan pendidikan anak di era global.
Melalui tema Discover How Meaningful Learning Shapes, Confident Character, and Future-Ready Learners”, sekolah ini berupaya memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya mendampingi anak agar memiliki wawasan terbuka dan siap menghadapi tantangan masa depan. Acara ini sekaligus menjadi pembuka dari rangkaian edukasi reguler yang direncanakan menjadi agenda rutin sekolah.
Kepala Sekolah Inspirasi Schools, Bibie Nariswari, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar saat ini adalah cara pandang orang tua yang kerap melihat kurikulum internasional sebatas label atau orientasi hasil akhir berupa nilai akademik semata.
Melalui forum ini, pihak sekolah ingin mengenalkan proses belajar sejak awal agar orang tua memahami bagaimana anak-anak berproses di lapangan, mata pelajaran apa saja yang diintegrasikan, serta bagaimana metode pengajaran tersebut diterapkan secara nyata di kelas.
Untuk menjembatani komunikasi ini, Inspirasi Schools menerapkan program Parent Teacher Conference (PTC) yang diadakan secara berkala sebanyak 4 kali dalam setahun atau setiap tiga bulan sekali. Pertemuan reguler tersebut mengevaluasi perkembangan anak secara menyeluruh, mulai dari kognitif, karakter, sikap belajar, hingga kematangan emosional.
Sebagai sekolah nasional, Inspirasi Schools mengadopsi pendekatan (approach) Cambridge pada mata pelajaran sains, matematika, bahasa Inggris, serta global perspectives. Pendekatan ini kemudian diselaraskan dengan Kurikulum Merdeka dan nilai utama (value,) sekolah, seperti respect, empati, aspire, dan kejujuran, guna melatih kemampuan berpikir mendalam (deep learning) serta karakter kepemimpinan anak.
Country Manager Indonesia dari Cambridge International Education, Adri Prakoso, menjelaskan bahwa Cambridge selalu mengusung konsep fleksibilitas. Cambridge memberikan fasilitas bagi sekolah untuk memaksimalkan alat bantu (tools) yang ada, mulai dari materi pembelajaran, pelatihan guru dan manajemen, hingga asesmen, tanpa bertujuan mengganti kurikulum nasional yang dijalankan sekolah melainkan memperkayanya.
Saat ini, terdapat sekitar 305 hingga 310 sekolah di Indonesia yang telah terverifikasi penuh oleh Cambridge. Namun, sekolah yang bekerja sama menggunakan materi pembelajaran, panduan buku, hingga program pelatihan guru jumlahnya telah mencapai lebih dari seribu sekolah. Inspirasi Schools, yang saat ini mengoperasikan jenjang early years (TK) dan primary (SD), telah aktif memanfaatkan seluruh ekosistem teacher resources serta buku panduan resmi tersebut agar arah pembelajaran guru berjalan terstruktur.
Selain fokus pada bidang STEM (science, technology, engineering, and math) serta penguatan bahasa Inggris, Inspirasi Schools menyeimbangkan tumbuh kembang siswa melalui fasilitas olahraga dan seni.
Salah satu terobosan unik yang diterapkan adalah pengintegrasian olahraga catur ke dalam kurikulum wajib (mandatory) yang diajarkan sejak jenjang taman kanak-kanak (TK). Disajikan secara menyenangkan dengan menggandeng konsultan ahli dari Java Community, kurikulum catur ini didasarkan pada riset yang membuktikan kemampuannya dalam mengasah daya berpikir kritis, logika, strategi, serta ketahanan mental anak sejak usia dini.[rea]







