Magetan (beritajatim.com) – Subdit Laka Ditgakkum Polri telah menggelar focus group discussion (FGD) bersama stakeholder terkait di Ruang Eksekutif Polres Magetan, Senin (5/11/2022). Kasubdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Pol CF Hotman Sirait mengungkapkan jika ada temuan menonjol dari pemeriksaan di lapangan oleh traffic accident analysis (TAA) Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Timur pada Senin (5/11/2022) pagi.
Dia menerangkan jika ada kegagalan pengereman sebelum bus pariwisata bernopol H 1470 AG terjun ke jurang di pinggir Jalan Tembus Sarangan-Tawangmangu, Minggu (4/12/2022). Namun, pihaknya belum menyimpulkan jika hal itu yang jadi penyebab. Masih perlu pemeriksaan lebih lanjut dari para saksi, pihak perusahaan yang memiliki bus pariwisata, hingga hasil analisis lengkap dari unit TAA.
“TAA Ditlantas Polda Jatim sudah kami asistensi untuk melihat persentase penyebab kecelakaan. Seperti yang diketahui, faktor penyebabnya bisa karena faktor manusia, kendaraan, juga jalannya ya. Yang paling berkontribusi diduga gagal pengereman. Berdasarkan keterangan saksi, bus sempat berhenti beberapa kali dan dilakukan perbaikan sekadarnya, hingga akhirnya ada kejadian fatal tersebut,” kata Hotman usai FGD di Polres Magetan, Senin (5/12/2022).
Pihaknya masih akan mengecek karena sopir meninggal dunia, tak menutup kemungkinan jika pihak perusahaan yang tahu apakah sopir yakni Muhammad Barliyan (52) warga Kemijen, Semarang Timur itu adalah orang pertama yang mengemudi atau ada orang lain sebelum dia yang mengemudikan bus.
Termasuk para teknisi bus dari PT Semeru Putra Transindo Semarang, apakah sudah melakukan check and recheck sebelum bus berangkat mengantarkan rombongan wisata asal kelurahan Manyaran, Semarang Barat, Kota Semarang itu.
“Sopir bisa jadi bukan orang pertama yang mengemudikan bus, tapi itu akan kami kroscek dulu dengan perusahaan. Bisa jadi ada sopir pengganti, dan teknisinya apakah sudah mengecek kondisi hus sebelum berangkat mengantar rombongan dari Kota Semarang ke Magetan ini,” lanjut Hotman.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kecelakaan-magetan”]
Diketahui, sebuah bus pariwisata mengangkut 55 orang terjun ke jurang di pinggir jalan Raya Sarangan-Tawangmangu atau jalan tembus Cemoro Sewu-Sarangan tepatnya di atas Wisata Lawu Green Forest (LGF) Kelurahan Sarangan, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Minggu (4/12/2022) pukul 11.00 WIB. Bus bernopol H 1470 AG itu terjun ke jurang sedalam 30 meter usai menghantam guardrail atau pembatas jalan hingga rusak.
Diduga, bus pariwisata tersebut mengalami gangguan fungsi rem. Mesin bus dalam kondisi mati sebelum akhirnya menabrak guardrail atau pembatas jalan hingga akhirnya jatuh ke jurang sedalam 30 meter.
Total ada 7 orang meninggal dunia termasuk sang pengemudi bus. Jenazah sudah dipulangkan ke Kota Semarang pada Minggu (4/13/2022) pukul 19.30 WIB. Kemudian, 31 korban dinyatakan luka-luka. Semua korban luka sudah diantar untuk sebagian pulang dan dialih rawat di RSUD Wongsonegoro Semarang, pada Senin (5/12/2022) pukul 14.12. WIB. [fiq/but]






