Surabaya (beritajatim.com) – Belakangan sedang marak istilah trust issue di kalangan warganet. Trust Issue sendiri merupakan kondisi di mana seseorang susah percaya pada orang lain.
Biasanya hal tersebut terjadi karena adanya pengalaman buruk masa lalu yang terjadi secara langsung pada diri sendiri atau bahkan orang lain. Misalnya, karena ia pernah dibohongi, atau mungkin melihat orang terdekatnya dikhianati.
Selain itu, kondisi ini juga bisa disebabkan karena pola asuh orang tua atau pengaruh di lingkungan sekitarnya. Biasanya, mereka yang memiliki trust issue memiliki tanda-tanda tertentu, seperti;
Sering curiga
Karena pengalaman buruk di masa lalu, yang mungkin kerap dibohongi, dijahati, atau bahkan dikhianati, membuatnya menjadi sering curiga atau negative thinking. Terlebih pada orang-orang yang pada dasarnya tidak ia kenal betul kepribadiannya.
Lebih tertutup
Karena tidak ingin mengalami hal yang buruk terulang kembali pada dirinya, seseorang yang mengalami trust issue cenderung akan lebih menutup diri. Ia bahkan lebih memilih menyimpan atau mengatasi masalahnya sendiri daripada harus meminta bantuan orang lain.
Kesulitan dalam hubungan
Tanda trust issue lainnya, biasanya membuat seseorang jadi kesulitan dalam menjalin hubungan. Hal ini karena ia bingung harus percaya pada siapa, di antara pasangan, teman, atau bahkan keluarga.
[berita-terkait number=”3″ tag=”stress”]
Kesepian
Dari tanda-tanda sebelumnya, yang cenderung tertutup dan kesulitan dalam menjalin hubungan, tak ayal membuatnya merasa kesepian.
Untuk mengatasi trust issue tersebut tentu tidak semudah yang dibayangkan. Namun, ada beberapa cara yang mungkin bisa dicoba untuk mengatasinya. Seperti belajar menerima keadaan atau berdamai dengan masa lalu.
Hal tersebut setidaknya membuat hatimu merasa jauh lebih baik. Sehingga pikiran-pikiran negatif bisa mulai berkurang.
Kamu juga perlu mencari support system. Setidaknya pasti ada satu orang yang kamu percaya, entah dari keluarga atau teman. Ceritakan tentang kegelisahan tersebut dan mereka akan membantumu.
Dengan begitu, kamu perlahan-lahan akan lebih mudah membuka diri. Sehingga bisa kembali memiliki rasa percaya pada orang lain. Terlebih karena memang setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda, tak melulu jahat seperti apa yang mungkin kamu bayangkan. (fyi/ian)






