Gresik (beritajatim.com) – Operasi Keselamatan Semeru 2022 sudah dimulai selama 14 hari. Operasi ini menitikberatkan keselamatan pengguna jalan dengan cara humanis dan persuasif. Hal ini dilakukan karena tingkat pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Gresik mengalami kenaikan.
“Sasaran operasi ini membantu menekan pelanggaran lalu lintas serta mendisiplinkan masyarakat menerapkan 5 M disiplin protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19,” ujar Kapolres Gresik AKBP M.Nur Aziz, Selasa (1/03/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”polres-gresik”]
Perwira menengah Polri itu memberikan pesan kepada anggota di lapangan melaksanakan deteksi dini meminimalisir potensi kerawaranan keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), dan penyebaran covid-19 agar pelaksanaan operasi Keselamatan Semeru berjalan maksimal.
“Laksanakan Kamseltibcarlantas kepada masyarakat secara intens khususnya kaum milenial dapat menekan angka pelanggaran kecelakaan lalu lintas. Koordinasi secara intens dengan berbagai pihak dalam rangka kegiatan pemulangan PPLN/PMI, sosialisasi 5 M dan akselerasi vaksinasi,” ujar M.Nur Aziz.
Nantinya personel yang terlibat ditempatkan di sejumlah titik rawan lalu lintas. Baik itu di daerah perkotaan maupun ruas jalan yang rawan laka. Pelaksanaan Operasi Keselematan Semeru ini melibatkan ratusan personel. Gabungan dari anggota Kodim 0817, Denpom, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP. [dny/kun]






