Ponorogo (beritajatim.com) – Semoga mampu mengawal demokrasi di Kabupaten Ponorogo. Itulah satu pesan yang disampaikan oleh Bupati Sugiri Sancoko saat menghadiri pelantikan 921 panitia pemungutan suara (PPS) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ponorogo. Bertempat di Gedung Kesenian, dalam pelantikan ratusan PPS itu, Sugiri berharap di tangan mereka demokrasi di bumi reog, bisa semakin hari semakin baik. Sehingga ada peningkatan kualitas yang dilakukan oleh salah satu penyelenggara pemilihan umum (pemilu) tersebut.
“Ya semoga mampu mengawal demokrasi di Ponorogo. Semakin hari, semakin baik, tentu secara kualitas dan itu prinsipnya,” ungkap Kang Giri sapaan akrab Bupati Sugiri Sancoko usai menghadiri pelantikan PPS, Selasa (24/01/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”PPS”]
Dalam kesempatan itu, Sugiri juga mengucapkan selamat kepada ratusan PPS yang terpilih tersebut. Diketahui, yang memperebutkan jabatan PPS ditiap-tiap di Kabupaten Ponorogo itu ada lebih 3.000 pendaftar. Dari jumlah itu, akhirnya diputuskan tinggal 921 orang yang akhirnya lolos dan dilantik.
Menurut Kang Giri proses rekrutmen PPS ini sudah dewasa, tidak ada titipan ataupun intimidasi dari pihak manapun. Semuanya dilakukan secara profesional. Dengan proses rekrutmen yang baik itu, tentu Dia yakin nantinya akan lahir hasil indah dari kelahiran proses yang indah tersebut. “Mudah-mudahan lahir hasil indah dari kelahiran proses yang indah,” katanya.
Sementara itu, Ketua KPU Ponorogo Munajat bersyukur karena tahapan-tahapan dalam perekrutan badan adhoc tersebut. Terbukti kali ini, proses rekrutmen PPK dan PPS sudah berjalan lancar. “Semoga teman-teman PPS yang baru dilantik, supaya bisa menyesuaikan diri, dengan lingkungan masing-masing, ” kata Munajat.
Usai pelantikan, pekerjaan sebagai penyelenggara pemilu, ratusan orang terpilih ini akan dinanti sejumlah pekerjaan. Yang teranyar, yakni dengan mengusulkan sekretariat PPS, sebanyak 3 orang. Selain itu, petugas PPS juga bakal melakukan penerimaan panitia pendaftaran pemilih (pantarlih). Yakni petugas pantarlih ini, setiap tempat pemungutan suara (TPS), ada 1 pantarlih. “Jadi pekerjaan yang akan menanti, pendaftaran pantarlih. Dimana setiap TPS ada pantarlihnya,” pungkasnya. (end/kun)






