Jakarta (beritajatim.com) – Kementerian Agama mengebut finalisasi persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 M. Ini mengingat waktu finalisasi penyiapan layanan haji tidak banyak.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, menjelaskan kepastian kuota haji jemaah Indonesia baru diumumkan Arab Saudi pada pertengahan April 2022. Sementara, pemberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan pada 4 Juni 2022.
Meski waktunya sedikit, Hilman menegaskan segala persiapan tetap harus dilakukan dengan baik. Dia menyebut para jemaah akan mendapat layanan yang terbagi dalam dua kategori.
“Layanan jemaah terbagi dalam dua kategori besar, yaitu layanan dalam negeri dan layanan di luar negeri,” ujar Hilman.
Di dalam negeri, layanan yang akan diterima jemaah meliputi pemberkasan. Juga layanan keberangkatan dan kepulangan di asrama haji.
Direktur Layanan Haji Dalam Negeri, Saiful Mujab, mengatakan untuk layanan transportasi jemaah haji, pihaknya tengah memfinalisasi proses kontrak kerja sama dengan maskapai. Terkait hal ini, ada dua maskapai yang bakal memberangkatkan dan memulangkan jemaah haji yaitu Garuda Indonesia dan Saudia Airlines.
“Proses koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Gugus Tugas Pencegahan Covid-19, dan Pemerintah Daerah juga terus dilakukan dalam proses persiapan penyelenggaraan haji tahun ini,” kata dia.
Untuk asrama haji, Saiful menyatakan proses sterilisasi sudah dilakukan sebelum asrama digunakan untuk pemberangkatan jemaah. Sebelum terbang, jemaah akan mendapatkan lauanan berupa penginapan 1×24 jam, pemeriksaan akhir kesehatan, pemberian gelang identitas, pemberian paspor, pemberian uang saku (living cost), dan pemantapan manasik haji.
“Di asrama haji, jemaah sebelum berangkat akan mendapat layanan konsumsi tiga kali makan dan dua kali snack. Saat kembali ke Tanah Air, jemaah akan mendapat satu kali makanan ringan atau snack,” kata Saiful.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Haji-2022″]
Dia juga menjelaskan total kuota sebanyak 100.051 jemaah nantinya akan dibagi dalam 241 kloter. Sementara jumlah penerbangan diperkirakan sebanyak 236 kali dengan maskapai Garuda Indonesia maupun Saudia Airlines.
Sedangkan selama di Arab Saudi, jemaah akan mendapatkan tiga jenis layanan. Ketiganya yaitu akomodasi, konsumsi, dan transportasi.
Direktur Layanan Haji Luar Negeri, Subhan Cholid, mengatakan layanan akomodasi disiapkan mengacu pada standar kualitas hotel, jarak ke Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, wilayah, harga, serta kemudahan akses transportasi bus shalawat (khusus di Makkah), dan distribusi katering.
“Di Makkah, hotel jemaah rencananya dibagi dalam lima wilayah: Mahbas Jin, Syisyah, Raudhah, Jarwal & Misfalah,” kata Subhan.
Dia melanjutkan penempatan jemaah haji di Makkah dilakukan dengan sistem zonasi berdasarkan asal embarkasi sesuai Keputusan Dirjen PHU Nomor 140 Tahun 2022. Sementara di Madinah, jemaah ditempatkan di hotel wilayah Markaziyah atau kawasan terdekat dari Masjid Nabawi.
“Hotel jemaah dibagi dalam tiga wilayah: Syimaliyah, Janubiyah, dan Gharbiyah,” sambungnya.
Pada setiap hotel, kata Subhan, jemaah akan mendapatkan air mineral kemasan 1 liter setiap hari, handuk, selimut, peralatan mandi, mesin cuci, dan sprei serta sarung bantal yang selalu diganti. Pihak hotel akan menyiapkan dispenser untuk air zamzam.
“Pihak hotel juga harus siapkan petugas angkut koper sampai kamar jemaah, petugas kebersihan, dan petugas keamanan,” paparnya.
Untuk konsumsi, jemaah mendapat layanan makan maksimal 119 selama berada di Makkah dan Madinah. Rinciannya, 75 kali layanan konsumsi di Makkah, 27 kali di Madinah, 16 kali di Arafah-Mina-Muzdalifah atau Armuzna (termasuk 1 paket snack Muzdalifah), dan satu kali makan di bandara Jeddah (saat kedatangan/ kepulangan).
“Artinya, bisa dikatakan jemaah full mendapatkan makan selama tiga kali per hari selama di Arab Saudi. Jemaah juga akan mendapatkan paket kelengkapan konsumsi selama di Makkah, Madinah dan Armuzna berupa kopi, teh, gula, saus sambal, kecap, sendok, dan gelas kaca,” kata Subhan.
Untuk mobilitas di Arab Saudi, Kemenag menyiapkan tiga jenis layanan transportasi darat. Pertama yaitu layanan transporasi antarkota.
Untuk jemaah yang berangkat pada gelombang pertama, rutenya dari Bandara Madinah, Madinah, Makkah, lalu Bandara Jeddah. Untuk jemaah gelombang kedua, rutenya Bandara Jeddah, Makkah, Madinah, lalu Bandara Madinah.
“Untuk kenyamanan jemaah, kami siapkan bus dengan spesifikasi buatan tahun 2017-2021,” ujar Subhan.
Kedua, layanan angkutan Shalawat. Bus ini akan memberikan layanan 24 jam selama jemaah ada di Kota Makkah dan mengantar dari hotel ke Masjidil Haram lalu kembali ke hotel.
Ada lima rute yang telah disiapkan, yaitu: 1) Mahbasjin-Bab Ali, 2) Syisyah-Syieb Amir, 3) Raudhah-Syieb Amir, 4) Jarwal-Syieb Amir, dan 5) Misfalah-Jiad. Untuk memudahkan jemaah, Kemenag juga siapkan halte bus pada tempat strategis di depan hotel sehingga mudah dijangkau.
“Kami siapkan petugas di setiap halte dan juga di setiap terminal terdekat Masjidil Haram. Ada juga call center pengaduan. Bus yang digunakan adalah jenis city bus dengan spesifikasi pembuatan tahun 2017 – 2021,” lanjut Subhan.
Ketiga, layanan angkutan Masyair di fase puncak haji di Makkah. Jemaah jelang wukuf akan diberangkatkan dari hotel masing-masing menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Khusus Armuzna, penyediaan bus terpusat, menjadi tanggung jawab Pemerintah Arab Saudi,” tegas Subhan. (beq)






