Gresik (beritajatim.com) – Jalan HOS Cokroaminoto di Kota Gresik bisa dikatakan jalan terpendek di Indonesia. Jalan tersebut memiliki panjang cuma 50 meter dan hanya butuh waktu 20 detik saat melintas. Uniknya jalan yang masuk kawasan heritage itu, merupakan saksi bisu cikal bakal pusat perdagangan dan perekonomian pada tahun 1902-an
Sisi kanan maupun kiri Jalan HOS Cokroaminoto diapit bangunan heritage pada , dan sampai sekarang masih berdiri kokoh kendati warna bangunan sudah berubah warna.
Kini jalan yang memiliki panjang kurang dari 50 meter itu, menjadi jalan penghubung menuju ke Alun-Alun Kota Gresik maupun ke pasar kota baru. Pengendara roda dua maupun empat yang melintas kemungkinan besar belum tahu jalan ini masuk kategori jalan terpendek. Maklum, papan nama jalan yang menunjukkan identitas jalan tidak terpasang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-gresik”]
Pemerhati sejarah Gresik, Mohammad Toha menuturkan, dulu kawasan tersebut merupakan daerah bandar, atau pusat perdagangan bagi pemilik modal. Baik itu dari Tionghoa maupun Arab. Ini ditandai dengan adanya bangunan heritage yang sampai sekarang berdiri kokoh.
“Para pemilik modal tersebut banyak mendirikan bangunan di dekat Jalan HOS Cokroaminoto. Bergeser sedikit ke utara ada Kampung Kemasan, dan di sisi selatan ada Pelabuhan Gresik yang dulunya merupakan masuk bandar terbesar,” tuturnya, kepada beritajatim.com, Kamis (7/04/2022).
Masih menurut Toha, Keberadaan Jalan HOS Cokroaminoto sudah lama ada. Namun, saat jaman kolonial Belanda. Sebagian besar nama jalan disesuaikan dengan daerahnya masing-masing. Contohnya, Jalan Kampung Blandongan Jalan Kampung Kemasan dan lainnya.
“Dulu kawasan jalan itu sangat ramai. Tapi, kini sudah bergeser ke arah barat Gresik karena ada Perum GKB seiring dengan bertambahnya populasi masyarakat,” ujarnya.
Belum tergarapnya wisata heritage di Gresik secara maksimal sangat disayangkan oleh Mohammad Toha. Seharusnya pemerintah daerah mulai melakukan verifikasi bangunan heritage yang bisa dijadikan wisata.
Salah satunya di sekitar kawasan Jalan HOS Cokroaminoto. Sangat disayangkan jika generasi milenial tidak tahu kalau di Indonesia ada jalan terpendek ada di Kota Gresik yang konon dulu di tahun 1902-an merupakan cikal bakal pusat perdagangan berbagai etnis. [dny/kun]






