Ngawi (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi Jawa Timur mencatat sejumlah rumah warga yang kemasukan air imbas luapan air dari sungai dari kawasan Bojonegoro, Jumat (4/11/2022) pukul 18.00 WIB. Total 55 rumah dan satu pondok pesantren yang terdampak.
Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi Agung Prasetyo mencatat 55 rumah tersebut tersebar di dua kecamatan yakni Kecamatan Karangjati dan Bringin.
Dia merinci rumah yang terendam di wilayah Kecamatan Karangjati yakni 21 rumah di Desa Rejomulyo 4 rumah di Desa Danguk, dan 15 rumah di Desa Rejuno. Sisanya di Desa Sumberbening Kecamatan Bringin.
“Ditambah salah satu pondok pesantren di Desa Bangon, Karangjati. Air luapan sungai yang berasal dari Kecamatan Sekar Bojonegoro mengalir sampai ke sungai yang ada di wilayah Karangjati. Jadi, dampaknya memang sampai meluap,” kata Agung Prasetyo pada beritajatim.com, Sabtu (5/11/2022).
Dia membenarkan jika air tersebut merupakan air yang mengalir dari kawasan Bojonegoro. Dari pengamatannya belakamgan ini, kawasan tersebut merupakan kawasan hutan yang kini sudah gundul. Alhasil, air mudah meluap ke sungai dan imbasnya sampai masuk ke kawasan permukiman warga.
“Kawasan itu dekat dengan hutan tapi sayangnya hutannya sudah gundul dan akhirnya mengakibatkan banjir. Hingga sampai ke wilayah Ngawi,” kata Agung.
Dafi pendataannya tak ada korban jiwa maupaj nkorban meninggal dunia. Air tak sampai merusak bangunan rumah warga dan hanya menggenangi rumah warga saja. Terbak warga sempat diungsikan dan mayoritas warga bertahan di rumah sampai surut. Terpantau pada Sabtu pagi banjir sudah surut namun masyarakat harus mmbersihkan lumpur yang memasuki rumah.
“Pantauan kami tadi pagi banjir sudah surut. Keginggian air mencapai 50 cm. Namun tadi pagi sudah surut. Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dna membersihkan saluran air agar air hujan bisa mengalir dengan lancar,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-ngawi”]
Diketahui, BMKG Juanda masih memperingatkan adanya potensi hujan deras mulai tanggal 4 November 2022 hingga 10 November 2022. Seluruh wilayah Jawa Timur termasuk Ngawi berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi.
Masyarakat diminta untuk selalu waspada dan melakukan mitigasi bencana dengan membersihkan saluran air, menebang pohon yang berpotensi tumbang, serta menjauhi area yang rawa terjadi bencana. (fiq/ted)






