Gresik (beritajatim.com) – Warga Gresik punya cara tersendiri melestarikan kesenian damar kurung sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional.
Terkait dengan ini Komunitas Online Gresik Expresi (Greskes) menggelar pawai damar kurung di destinasi wisata Bandar Grisse.
Komunitas online yang aktif di berbagai kegiatan sosial ini, membawa damar kurung produk UMKM Gresik, menyusuri jalanan Bandar Grisse.
Sehingga, mengundang perhatian pengunjung destinasi wisata kampung tua kebanggan warga Gresik. Usai menggelar pawai, mereka memasangnya di depan rumah warga sebagai simbul cahaya Bulan Ramadhan yang penuh berkah.
Pendiri Komunitas Online Gresik Expresi (Greskes) Iskandar Rasyid menuturkan, pawai damar kurung tidak hanya diikuti anggota komunitas Gresker saja. Tetapi juga melibatkan kelompok pemerhati, dan pecinta budaya Gresik.
“Ini dilakukan untuk lebih mempopulerkan damar kurung sebagai Ikon Gresik yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional,” tuturnya, Sabtu (8/04/2023).
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/arsip-damar-kurung-disimpan-di-perpusda-gresik/
Cak Is sapaan akrab Iskandar Rasyid menambahkan, pawai ini tidak sekedar melestarikan tradisi warisan leluhur, tetapi juga mempopulerkan damar kurung menjadi wahana edukasi dan berekspresi.
“Seni lukis damar kurung berisi nilai-nilai keagamaan sebagai identitas Gresik, sehingga harus tetap dijaga kelestarinyan,” imbuhnya.
Sementara itu, Pemerhati Budaya Gresik, Kris Aji mengatakan, lukisan damar kurung dipopulerkan seniman Masmundari mengandung nilai-nilai keagamaan yang mengajak kita untuk berlomba-lomba berbuat kebajikan.
“Pada jaman dahulu, setiap Bulan Ramadhan masyarakat selalu menyalakan damar kurung di depan rumahnya. Sedangkan anak-anak menggunakan damar kurung sebagai penutup obor saat hendak berangkat sholat tarawih,” katanya.
https://beritajatim.com/gaya-hidup/ini-cara-masyarakat-gresik-lestarikan-damar-kurung/
Di era digital sekarang ini lanjut dia, masyarakat tak perlu menunggu di Bulan Ramadhan Ramadhan. Pasalnya, kelompok anak muda pecinta budaya Gresik telah memproduksi lentera bercerita berbentuk kubus empat sisi ini.
“Sekarang damar kurung banyak dijumpai di kawasan di Kota Gresik dengan beragam karakter. Diantaranya, damar kurung klasik hingga damar kurung mini sebagai souvenir oleh-oleh khas Gresik,” paparnya.
Kris Aji mengungkapkan dalam perkembanganya damar kurung sudah mengalami banyak perkembangan. Mulai dari bahannya yang menggunakan mika akrilik, lukisan berfigura, lampu tidur, arsitektur bangunan, hingga desain pada kaos.
“Inovasi damar kurung diharapkan dapat menjaga kelestarian damar kurung, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga Gresik,” tandasnya. (dny/ted)






