Lamongan (beritajatim.com) – Sebanyak 40 petambak muda, di Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan mendeklarasikan diri untuk mendukung Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 1, Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN), Minggu (31/12/2023).
Koordinator Petambak Muda Kecamatan Kalitengah, Agus mengatakan bahwa mereka menginginkan adanya perubahan di sektor tambak.
Di sisi lain, mereka menilai jika Paslon AMIN bakal mampu memperjuangkan aspirasi dan kesejahteraan petambak jadi lebih baik.
Menurutnya, hal itu ditegaskan dalam visi-misi Paslon AMIN pada masalah-masalah logistik pertanian, utamanya terkait pupuk.
“Selama ini pupuk subsidi sangat langka di pasaran. Meskipun ada, harganya tidak terjangkau dan distribusinya juga terbatas. Kami berharap paslon AMIN menang, sebingga bisa memperjuangkan nasib petambak,” ungkap Agus, dalam acara deklarasi yang digelar di Maharani Cafe, Kendalkemlagi, Karanggeneng, Minggu (31/12/2023).
Agus juga menjelaskan bahwa dirinya bersama para petambak lain di Kecamatan Kalitengah telah bersepakat secara mufakat untuk memenangkan AMIN. Dia percaya, Anies dan Muhaimin merupakan sosok yang berwawasan luas dan peduli petambak.
Agus berharap, jika Paslon AMIN terpilih nantinya bisa benar-benar membawa perubahan, khususnya terkait jaminan ketersediaan pupuk subsidi bagi petambak, dengan harga yang cukup terjangkau dan tak terbatas distribusinya.
“Harus ada suara perubahan, dari pupuk yang sebelumnya langka menjadi terjamin, dari yang harganya selangit menjadi terjangkau, dari yang distribusinya terbatas menjadi tak terbatas,” tandas petambak muda asal Desa Gambuhan Kalitengah itu.
Lebih lanjut, Agus menyoroti, ada pola permainan tak sehat yang melibatkan salah satu oknum penguasa di balik mahal dan langkanya pupuk untuk petambak ini. Dari faktor itulah, sambung Agus, petambak semakin tercekik oleh sulitnya keadaan.
“Bolehlah, dibuat dan diterapkan pengaturan tentang distribusi pupuk untuk petambak. Aturan itu harus berpihak pada kepentingan petambak, sekaligus untuk menghindari adanya pihak tertentu yang bisa mengambil keuntungan lebih atas alokasi pupuk itu,” papar Agus.
Tak hanya pupuk, tutur Agus, ada persoalan lain yang juga tak kalah pentingnya, yakni masalah solar. Apalagi, petambak di Kabupaten Lamongan saat ini masih banyak yang menggunakan diesel untuk mengairi lahannya.
“Rata-rata petambak di sini masih menggunakan diesel untuk mengangkut air. Meski ada alternatif sumber daya listrik melalui pemasangan gardu secara mandiri, tapi banyak petambak yang terkendala oleh mahalnya biaya. Oleh sebab itu, persoalan diesel harus segera diatasi,” pungkasnya.[riq/ted]






