Sumenep (beritajatim.com) – Pemerintah Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep bersama Sumenep Tempo Dulu (STEDU) menggelar Festival ‘Jaga Jaggur’ di halaman Kantor KONI Sumenep.
Salah satu kegiatan dalam Festival ‘Jaga Jaggur’ adalah Pabian Heritage District (PHD) yakni sebuah acara yang ingin mengingatkan kembali pada sejarah Desa Pabian. Di desa ini cukup banyak bangunan bersejarah yang berfungsi penting mulai jaman pendudukan Jepang hingga awal kemerdekaan.
PHD tersebut salah satunya dikemas dalam Pabian Heritage Track yang berbentuk seperti ‘city tour’. Ada puluhan peserta ‘city tour’ ini yang diajak berkeliling wilayah Desa Pabian, khususnya ke tempat-tempat bersejarah.
Salah satu spot yang dikunjungi adalah Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB. Ini merupakan penjara tertua di Madura, dibangun pada 1908. Kala itu, penjara digunakan sebagai tempat pengasingan sementara bagi orang-orang yang terjerat hukum.
Selain itu, peserta Pabian Heritage Track juga disuguhi cerita sejarah alun-alun Pangligur, yang sekarang menjadi stadion. Kawasan tanah lapang dengan rumput hijau ini dibangun sekitar tahun 1900-an, dan menjadi alun-alun kedua setelah alun-alun Kota Sumenep di sekitar Keraton.
“Tempat yang sangat bersejarah di Desa Pabian adalah Kali Marengan. Dulu di sungai ini merupakan pusat perdagangan. Banyak perahu-perahu besar yang melintas. Sumbernya dari keraton. Bahkan Bea Cukai juga ada disini,” kata Kepala Desa Pabian, Zulfikar Ali Mustakim, Rabu (17/08/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-sumenep”]
Menurutnya, sejak dulu, masyarakat di Desa Pabian majemuk, atau terdiri dari berbagai ras dan suku. Di Pabian juga ada klenteng, tempat peribadatan kaum Tionghoa.
“Tapi di depan Klenteng ada masjid. Di sebelah Klenteng ada gereja. Jadi kemajemukan bisa terlihat disini, bahwa meski keyakinan berbeda, tetap hidup rukun berdampingan.
Dalam Pabian Heritage Districk (PHD) tersebut, juga diisi Heritage Talk yakni ajang diskusi untuk menyelami lebih lanjut sejarah Desa Pabian dan peristiwa- peristiwa penting yang terjadi di Desa Pabian dari waktu ke waktu. (tem/ted)






