Surabaya (beritajatim.com) – Ikut mendukung pemenuhan hak anak, Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya menggelar workshop melukis mural bagi para siswa SD-SMP inklusi di wilayah Surabaya Raya.
UK Petra melalui Program Studi Desain Komunikasi Visual (Prodi DKV) dan International Program in Digital Media (IPDM) turut andil dalam acara Perayaan Hari Anak Nasional 2023 yang digelar oleh BK3S (Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial) tersebut.
Dalam kegiatan itu, dosen dan mahasiswa UK Petra membagikan kompetensinya. Harapannya, upaya tersebut dapat berkontribusi dalam menyelesaikan masalah terkait pemenuhan hak anak. “Ini merupakan acara kolaborasi tanpa batas dari tiga lembaga. Harapannya bisa menyelesaikan masalah termasuk salah satunya pemenuhan hak anak,” ujar Ketua Umum BK3S Jatim Pinky Saptandari, Kamis (3/8/2023).
BACA JUGA:
Universitas Negeri Malang Launching Buku Pegangan Pendidikan Inklusif
Selama workshop berlangsung para peserta didampingi dua dosen DKV UK Petra yaitu Anang Tri Wahyudi dan Vanessa Yusuf. Kemudian tiga mahasiswa DKV dan empat mahasiswa IPDM. Workshop sendiri digelar selama dua hari pada 1-2 Agustus 2023 kemarin.
Anang menceritakan, di hari pertama dirinya mengenalkan mural kepada anak-anak inklusi tersebut. Mereka dilatih cara melukis, dan mengenal bahan serta alat yang cocok untuk melukis di tembok. “Temanya bebas yang penting memfasilitasi dan mendorong anak untuk berkreasi dengan bahagia tanpa ada paksaan,” ujar Anang
Sementara di hari kedua, anak-anak inklusi melakukan praktek dengan mencoba yang sudah dipelajari pada hari sebelumnya. “Sama sekali tidak terduga. Ternyata hasil para peserta sangat bagus,” katanya.
Sementara Kesya Kirana Putri, penyandang tuna rungu asal SMPLB-B Karya Mulia Surabaya dalam kesempatan ini menggambar mural berjudul ‘Jangan Lupa Belajar’. Didampingi gurunya, Kesya tampak antusias.
BACA JUGA:
SBM UK Petra Surabaya Resmikan Lima Program Baru
Dia mencoba menceritakan kegiatannya sehari-hari lewat sebuah mural, menggunakan cat warna kuning, merah muda, biru, hitam dan hijau daun. “Kita harus belajar biar pintar. Gambar yang di ujung itu aku belajar sama ibu. Ada gambar kucing soalnya aku suka bermain kucing lalu belajar sama teman-teman,” ceritanya.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat selama dua hari itu berlokasi di Jalan Raya Tenggilis GG. 10, Surabaya, dan diikuti kurang lebih 15 orang siswa SD-SMP inklusi yang telah diseleksi terlebih dahulu oleh BK3S.
Adapun pesertanya berasal dari SMP 55 Surabaya, SLB YPAC Surabaya, SMP Labschool Unesa 2, SD Aisyah (Sanggar Alang Alang), SDN Mojo III, SMALB-B Karya Mulya, SMP 25 Terbuka, SMPN 4 Sidoarjo, SDLB-B Karya Mulya, SDN Tenggilis Mejoyo 1 Surabaya, Potads dan SMPK Santa Maria 2 Sidoarjo (Sanggar Daun). [ipl/suf]






