Hukum & Kriminal

Tipu Ratusan Juta, Warga Madiun Ini Mengaku Sebagai Jaksa Kejati Jatim

Pelaku jaket biru saat diamankan di Desa Gading, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Wahyu Iwan diamankan Tim Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto, Kejari Kabupaten Mojokerto bersama Polsek Jatirejo. Pelaku warga Madiun ini diamankan karena mengaku sebagai Jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim dan menipu korbannya hingga ratusan juta.

Pelaku diamankan di Desa Gading, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto pada, Selasa (23/2/2021). Dalam melancarkan aksinya, pelaku menggunakan seragam Kejati Jatim lengkap dengan id card, jaket dan masker logo Kejaksaan. Tak hanya itu, pelaku juga menipu korban dengan mengaku sebagai Direktur PT Azzahra Shinta Construction.

Kepala Seksi Intel (Kasi Intel) Kejari Kota Mojokerto, Ali Prakoso mengatakan, pelaku diamankan sekira pukul 17.00 WIB dan dibawa ke Polsek Jatirejo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “Modus yang dilakukan pelaku dengan mengaku sebagai pegawai atau Jaksa Kejati Jatim dan melakukan penipuan,” ungkapnya.

Pelaku merupakan warga Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun dan berdomisili di Kota Baru, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Ada dua korban yang sudah ditipu pelaku, dari kedua korban pelaku mendapatkan keuntungan sebesar Rp277.800.000.


Caption : Pelaku pakai seragam kejaksaan saat syukuran pembukaan proyek di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

“Modusnya mengaku sebagai Jaksa dan Direktur. Saat mengaku sebagai Jaksa, pelaku menipu anggota TNI AL dengan menjanjikan bisa menyelesaikan masalah korban yang menurut pengajuan pelaku, korban ada yang melaporkan ke Pengadilan Militer. Korban diminta uang sebesar Rp200 juta,” katanya.

Sementara korban lain ditipu sebesar Rp77.800.000 setelah pelaku mengaku sebagai Direktur PT Azzahra Shinta Construction. Pelaku mengajak korban kerjasama dengan memberikan jabatan sebagai manajer di PT Azzahra Shinta Construction untuk mengajak mengembangkan.

“Korban diminta uang sebesar Rp75 juta. Setelah mendapatkan uang dari korban, pelaku kembali menipu korban dengan mengatakan ada mobil dilelang di Kejati Jatim. Namun mobil tak kunjung diberikan meski korban sudah memberikan uang yang diminta. Dari korban ini, pelaku mendapatkan Rp77.800.000,” tegasnya.

Dari tangan pelaku diamankan, id card, jaket, masker logo Kejaksaan aerta id card PT Azzahra Shinta Construction dan jaket advokat pada Lembaga Bantuan Hukum di Kejati Jatim. Hingga kini, pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Jatirejo. Diduga masih ada korban lain di wilayah Jawa Timur. [tin]



Apa Reaksi Anda?

Komentar