Hukum & Kriminal

Terlilit Hutang, Tersangka Arisan Lebaran Fiktif Rp 1 Miliar Menangis Minta Maaf

Tersangka penipuan dan pengelapan, Tarmiati alias Mia (42).

Mojokerto (Beritajatim.com) – Tersangka penipuan dan pengelapan dengan modus arisan lebaran, Tarmiati alias Mia (42) menangis saat Polres Mojokerto merilis di halaman Mapolres Mojokerto. Tersangka meminta maaf kepada peserta arisan dan keluarga karena sudah membuat malu.

“Sebenarnya, sudah beberapa kali mengadakan arisan tapi untuk yang terakhir ini, 2021 saya tidak bisa mengasihkan karena tahun kemarin ada sebagain yang kurang. Saya pinjam, pinjam, pinjam dari ketua kelompok, ada yang pinjam dari rumahan, pinjam BPKB, pinjam sertifikat,” ungkap tersangka, Senin (24/5/2021).

Masih kata warga Desa Kembangsri, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto ini, uang arisan tahun 2020 sampai 2021 digunakan untuk membayar hutang dan menutupi kekurangan arisan tahun sebelumnya. Yakni untuk bayar ansuran Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) serta mengansur hutang di beberapa tempat.

“Kalau bangun ruman itu tahun 2018, habis kurang lebih Rp400 juta. Ada 20 kelompok, saya hanya mengasihkan brosur kepada setiap kelompok. Arisan ini kan 46 minggu, khusus untuk ketua kelompok yang masuk ke saya 45 minggu. Untuk yang minggu terakhir, itu sebagai bonus atau bati (keuntungan) menarik,” jelasnya.

Tersangka penipuan dan pengelapan, Tarmiati alias Mia (42).

 

Ibu dua anak ini menjelaskan, namun untuk tahun 2021 karena tersangka tidak bisa memberikan sesuai dengan yang ada di brosur sehingga semua kelompok tidak bisa mendapatkan. Ada 400 peserta arisan dari 20 ketua kelompok yang mengikuti arisan lebaran fiktif Rp1 miliar yang diadakan oleh tersangka.

“Saya mulai mengadakan arisan mulai tahun 2014. Saya sudah berusaha mencari uang tapi saya tidak bisa karena terlilit hutang akhirnya jadi seperti ini. Saya benar-benar minta maaf kepada semua yang ikut arisan juga kepada semua keluarga saya karena sudah membikin malu,” tegasnya sembari menangis.

Dalam kasus tersebut, tersangka dijerat Pasal 378 KUHP Juncto Pasal 372 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun. Dari tangan tersangka diamankan sejumlah barang bukti diantaranya, satu unit mobil Daihatsu Avanza nopol S 1481 NI warna hitam, satu unit pick up Mitsubishi Colt nopol S 8587 RA.

Uang tunai sebesar Rp2,1 juta, buku tabungan bank BNI 46, satu buat ATM BNI 46, buku tabungan Bank BCA, satu buah ATM Bank BCA, buku tabungan Bank BRI dan satu buku tulus berisi catatan pembukuan arisan. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar