Hukum & Kriminal

Polresta Malang Kota Pakai APD Lengkap Saat Periksa AS Pencium Jenazah Covid-19

Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata.

Malang (beritajatim.com) – Polresta Malang Kota menggunakan alat pelindung diri lengkap seperti baju hazmat hingga ruangan dengan batas mika saat memeriksa AS (35) pria yang mencoba merebut dan telah mencium jenazah Covid-19. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi karena AS merupakan kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata mengatakan, selama pemeriksaan ASĀ  ditempatkan di ruang khusus. Dia kini ditetapkan tersangka dan dijerat dengan pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman penjara selama 1 tahun.

“Semua untuk anggota yang melakukan pemeriksaan termasuk yang melakukan penyidikan juga menggunakan APD (alat pelindung diri), juga ada ruangan bermika untuk pembatas. AS kita tempatkan di ruangan khusus,” ujar Leonardus, Rabu, (19/8/2020).

Leonardus mengatakan, sejak penjemputan hingga penyidikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 diterapkan secara ketat. AS juga telah menjalani rapid test dan swab test. Kini polisi menunggu hasil swab keluar. Jika hasilnya positif dia akan langsung dikirim ke rumah karantina di Kota Malang.

“Hari ini hasil swab akan keluar. Tidak kita tahan karena hukuman maksimal 1 tahun. Tapi kalau hasil swab positif akan langsung dikirim ke rumah isosalasi,” tandas Leonardus.

Adapun aksi nekat AS, adalah dengan mencoba merebut jenazah pasien Covid-19 di salah satu rumah sakit rujukan di Kota Malang. Dia mencoba merebut, AS membuka kantong jenazah kemudian mencium jenazah itu. Videonya kemudian menyebar luas dan viral di media sosial dengan durasi 2.42 menit. [luc/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar