Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Polres Pamekasan Tangkap Terlapor Pencabulan

Markas Polres Pamekasan, Jl Stadion 81. [Gambar: beritajatim.com]

Pamekasan (beritajatim.com) – Salah satu warga Desa Panagguan, Kecamatan Proppo, inisial YA (36) ditangkap dan diamankan personil Polres Pamekasan, karena diduga melakukan tindak pidana pencabulan kepada anak di bawah umur.

Penangkapan tersebut dilakukan saat YA hendak mengisi kegiatan di Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Senin (31/1/2022) malam lalu. Sekaligus membuat ratusan warga mendatangi Mapolres Pamekasan, Jl Stadion 81 hingga dini hari.

“Penangkapan ini dilakukan berdasar laporan warga yang didinilai sangat meresahkan, terlebih yang bersangkutan juga tidak kooperatif dan menolak memenuhi panggilan pemeriksaan,” kata Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Tomy Prambana melalui melalui Kasi Humas AKP Nining Dyah, Senin (7/2/2022).

Bahkan proses penangkapan tersebut juga dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. “Sebelum itu, kami juga sudah melakukan penyelidikan. Setelah gelar perkara selanjutnya naik status ke tingkat penyidikan, termasuk pemanggilan saksi hingga naik status penetapan tersangka,” ungkapnya.

Hanya saja pihaknya belum dapat menjelaskan secara detail status korban dari YA, informasi yang dihimpun sebagai anak didik. “Nanti setelah dilakukan pemeriksaan, selanjutnya kami akan gelar perkara untuk tindakan selanjutnya,” jelasnya.

Disinggung soal ratusan warga yang mendatangi Mapolres Pamekasan, saat penangkapan YA. Pihaknya menjabarkan hal itu terjadi massa tidak memahami duduk persoalan. “Memang saat penangkapan terdapat protes dari warga yang tidak terima atas penangkapan YA, sekalipun pada akhirnya dapat diberikan pemahaman,” pungkasnya.

“Sementara untuk modus tersangka dilakukan dengan cara korban disuruh memijat, selanjutnya dilakukan ‘aksi pencabulan’ dengan iming-iming mendapat berkah. Atas aksi tersebut, YA ditetapkan sebagai tersangka sejak 29 Januari 2022 lalu,” pungkasnya.

Akibat aksi tersebut, YA terancam Pasal 82 ayat (1), ayat (2) Jo Pasal 76E UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan perpu No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang. [pin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar