Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Pembunuhan Ngawi, Pelaku Adalah Anak Kandung Korban, Senjata Pembunuhan Turut Dibawa Kabur

Waka Polres Ngawi Kompol Hendry Ferdinand Kennedy saat menggelar konferensi pers kasus pembunuhan di Mako Polres Ngawi, Jumat (16/9/2022).

Ngawi (beritajatim.com) – Satuan Reserse dan Kriminal Polres Ngawi memastikan Muhammad Fahri Wahyu Erfianto (19) warga Desa Dadapan Kendal Ngawi sebagai pelaku pembunuhan Wachid (51) yang tak lain adalah ayah kandung Fahri. Hal itu terungkap usai polisi memintai keterangan pada Fahri dan adanya sejumlah barang bukti yang menguatkan bahwa Fahri-lah yang mengakhiri hidup sang ayah yang tengah sakit stroke itu.

Waka Polres Ngawi Kompol Hendry Ferdinand Kennedy mengungkapkan jika pihaknya sudah melakukan pendalaman kasus. Utamanya, terkait modus Fahri yang tega menghabisi nyawa ayahnya. Tak hanya itu, Fahri pun juga membawa pisau dapur yang digunakan untuk membunuh itu saat kabur.

“Jadi, Saudara FWE ini kami tangkap saat dia duduk di sebuah Masjid di area Keraton Solo. Saat itulah kami tahu dia ada di sana dan langsung kami amankan. Kemudian, senjata yang digunakannya untuk membunuh ayahnya yakni pisau dapur juga kami temukan dalam tasnya,” kata Kennedy dalam konferensi pers di Mako Polres Ngawi, Jumat (16/9/2022).


Namun, Kennedy mengungkapkan jika pihaknya masih mendalami motif pembunuhan itu. Kepada penyidik Fahri hanya mengaku jika dia khilaf dan tak sadar ketika sudah membunuh ayahnya menggunakan pisau. “Kami masih dalami terus ya untuk motifnya ini. Kalau dari lukanya memang ada pada bagian dada dan menembus paru-paru hingga mengalami pendarahan hebat” kata Kennedy.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya Fahri dijerat pasal 44 ayat (3) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam lingkup rumah tangga, Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud mengakibatkan matinya korban, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 ( tahun atau denda paling banyak Rp45 juta. (fiq/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar