Hukum & Kriminal

KPK Benarkan Penetapan Tersangka Bupati Bangkalan

Jakarta (beritajatim.com) – Setelah melakukan serangkaian penggeledahan di sejumlah tempat di Kabupaten Bangkalan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya membenarkan telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Salah satu pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah Bupati Bangkalan Abdul Latif Ahmad.

“Benar, saat ini KPK sedang melakukan penyidikan dugaan korupsi suap terkait lelang jabatan yang diduga dilakukan oleh kepala daerah dan beberapa pejabat di Pemkab Bangkalan, Jatim,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (31/10/2022) malam.

Menurutnya, telah ada beberapa pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Dia menyebut, sejauh ini ada 6 orang tersangka. Namun uraian perbuatan dan pasal yang disangkakan akan diinformasikan secara lengkap tentunya setelah proses penyidikan ini dianggap cukup.

Ali mengajak masyarakat untuk turut serta mengawal setiap prosesnya dan berharap dapat turut aktif apabila memiliki informasi yang diduga terkait dengan perkara yang dapat di sampaikan kepada Tim Penyidik maupun sarana aduan yang dimiliki KPK lainnya. “KPK sangat terbuka untuk selalu memberikan perkembangan informasi dari kegiatan penanganan perkara ini,” kata Ali.

Dalam kesempatan itu, Ali juga mengungkapkan, pihaknya juga melarang Bupati Bangkalan Abdul Latif Ahmad bepergian ke luar negeri. Selain Abdul Latif, KPK juga melarang lima orang lain yang merupakan pejabat di Pemerintah Kabupaten Bangkalan. “KPK cegah 6 orang dalam perkara dugaan korupsi di Bangkalan Jatim,” ujar Ali.

Menurutnya, untuk kebutuhan penyidikan, KPK telah meminta Ditjen Imigrasi untuk melakukan cegah selama 6 bulan sampai sekitar April 2023 dan dapat diperpanjang kembali sesuai kebutuhan penyidikan. “Kami berharap para pihak dimaksud dapat koperatif memenuhi panggilan penyidik KPK ketika diperlukan keterangannya untuk melengkapi berkas perkara penyidikan ini,” katanya. (hen/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar