Hukum & Kriminal

Kejari Usut Dugaan Gratifikasi di Bawaslu Surabaya

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Surabaya, Ari Prasetya Panca Atmaja

Surabaya (beritajatim.com) – Penyidik pidana khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya sedang mengusut kasus dugaan gratifikasi di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya. Korps Adhyaksa yang berkantor di Jalan Raya Sukomanunggal Jaya itu tengah melakukan pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).

“Kasus dugaan korupsi Bawaslu saat ini kami masih dalam tahap puldata (pengumpulan data) dan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan),” ujar Ari Prasetya Panca Atmaja, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Surabaya, Rabu (4/1/2023).

Ia menjelaskan, dugaan korupsi di tubuh Bawaslu Surabaya merupakan pelimpahan dari Kejaksaan Agung (Kejagung). “Limpahan dari Kejagung. Kasus ini berdasarkan dari laporan masyarakat,” terang jaksa yang akrab disapa Ari Panca ini.

iklan adidas

Beberapa waktu lalu sejumlah massa menggelar unjuk rasa di depan Kejari Surabaya. Dalam aksinya, mereka memberi dukungan agar Kejari Surabaya melakukan penyelidikan kasus dugaan gratifikasi di Bawaslu Surabaya.

Selain itu, dalam orasinya massa menyebut bahwa aksi turun jalan tersebut sebagai bentuk dukungan moral bagi Kejari Surabaya, yang telah memanggil M Agil Akbar untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus gratifikasi dalam proses Rekrutmen Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Kota Surabaya 2022. [uci/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar