Hukum & Kriminal

Ini Tersangka ke 13 Kasus Uang Palsu di Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Polresta Banyuwangi kembali mengamankan satu orang tersangka dalam kasus uang asing palsu. Kali ini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi menangkap salah seorang kunci dalam kasus ini.

Dia adalah AL asal Provinsi Banten. Yang bersangkutan ditangkap berdasarkan hasil pengembangan dan pengungkapan dari tersangka ke 10 berinisial S yang berhasil ditangkap sebelumnya.

“Tersangka ini kita amankan pada tanggal 5 maret 2021, Jam 21.30 WIB hasil pengembang mister S atau tersangka ke 10. Tersangka ini ditangkap di Provinsi Banten,” ungkap Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Arman Asmara Syarifuddin, Selasa (30/3/2021).

Modusnya, kata Arman, AL mendapat uang pecahan Dollar buatan tahun 2006 dari tersangka B. Uang tersebut dibeli dengan harga Rp 1,5 juta.

“Asal Dollar itu dibeli dari saudara QR alias AD, alamat di Provinsi Banten. Keuntungan yang didapat yaitu Rp 500 ribu dengan beberapa modus transaksi. Dan inilah hasil pengembangan tersangka yang awalnya 10 ditambah 4 menjadi 13 tersangka,” katanya.

Arman menyebut, keterlibatan AL dalam kasus upal ini cukup penting. Ia dinilai sebagai salah satu kunci dalam peredaran uang palsu yang berada di Banyuwangi.

“Kemudian di dalam ini kita menyitaa barang bukti sejumlah 3 bendel uang Dollar pecahan US$ 100. Nilanya total sekitar Rp 240 juta,” terangnya.

Di depan petugas, AL mengakui telah melakukan praktek itu sejak 4 tahun silam. Dari kegiatan ini banyak orang yang terlibat. “Sudah empat tahu berjalan, uangnya buat makan,” akunya.

Sementara ini, Polresta Banyuwangi masih terus melakukan penyidikan dan pengembangan kasus. Disinyalir masih banyak jaringan yang masuk dalam lingkup kasus uang palsu ini. “Masih banyak yang terlibat di sana, banyak orang lain yang masih DPO. Kita akan mengungkap mesinnya, kertas dan tintanya,” pungkasnya. (rin/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar