Hukum & Kriminal

Hasil Pemeriksaan Psikologis Oknum Fotografer Cabul di Bojonegoro Normal

Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan saat melakukan pers rilis terhadap tersangka kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oknum fotografer terhadap korban anak dibawah umur.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Banyaknya korban yang sudah disetubuhi dan difoto telajang oleh tersangka oknum fotografer yang ada di Kabupaten Bojonegoro sehingga Penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro menilai perlu adanya pemeriksaan kejiwaan tersangka.

“Sementara hasil pemerikaan kejiwaan tersangka inisial MH (36) Warga Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro itu normal,” ujar Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Iwan Hari Poerwanto, Senin (27/7/2020).

Diketahui, sedikitnya sudah ada tiga orang model yang sudah pernah ditiduri dan belasan model pernah difoto telanjang. Rata-rata model yang difoto telanjang oleh oknum fotografer yang sudah punya istri dan anak itu berusia 17 tahun hingga 21 tahun.

Hasil foto telanjag itu selain sebagai koleksi, juga dijual kepada agensi percetakan majalah dewasa dan percetakan kalender. Setiap lembar foto dihargai sebesar Rp100 ribu. Celakanya, tersangka menyetubuhi modelnya yang masih dibawah umur sehingga harus berurusan dengan hukum.

Penyidikan terhadap kasus tersebut kini berkasnya sudah dilimpah ke Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Bojonegoro. Menurut Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bojonegoro Arfan Halim, berkas perkara oknum fotografer yang melakukan persetubuhan kepada anak dibawah umur asal Kecamatan Kanor itu sekarang masih diteliti.

“Mudah-mudahan minggu ini bisa P-21dan segera penyerahan tersangka dan barang bukti dari Penyidik Polres Bojonegoro,” terangnya.

Atas perbuatannya, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 81 ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima tahun hingga 15 tahun kurungan.

Serta Pasal 9 Jo Pasal 35 UU RI nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi, yang berbunyi setiap orang yang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi diancanam dengan hukuman satu tahun hingga 12 tahun penjara. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar