Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Dugaan Praktik Kesehatan Tanpa Izin di Probolinggo, Polisi Periksa Saksi

Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Rachmad Ridho saat diwawancarai wartawan

Probolinggo (beritajatim.com) – Polres Probolinggo memeriksa beberapa orang saksi terkait kasus dugaan membuka praktik kesehatan tanpa izin yang dilakukan oleh MNS (34) warga Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo.

Diketahui, MNS diadukan ke Polisi terkait dugaan pembukaan praktik kesehatan di rumahnya tanpa izin oleh S (45) yang juga warga Kecamatan Krucil, Sabtu (6/11/2021) kemarin.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Rachmad Ridho mengatakan, saat ini pihaknya sudah memeriksa beberapa orang saksi, dan selanjutnya pihaknya akan berkoordinasi denga pihak Dinas Kesehatan, terkait ijin membuka praktik kesehatan kepada MNS.

“Kita sudah memanggil lima orang saksi, namun yang datang hanya tiga, dan selanjutnya kita akan berkoordinasi dengan Dinkes, untuk mengroscek apakah ada izinnya apa tidak,” ujar Ridho, Jum’at (26/11/2021).

Ridho menegaskan, jika memang ditemukan praktik kesehatan yang dilakukan oleh MNS itu tidak berizin, maka sanksi administratif yang akan diterapkan oleh Dinas Kesehatan.

“Kecuali ada korban yang pernah berobat kesana, terus dilakukan tindakan, langsung jadi tambah parah itu jatuhnya nanti malpraktek,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kuasa Hukum pengadu, Moch Zaeni mengatakan, pihaknya akan tetap menghormati proses yang dilakukan oleh Polisi.

Namun menurut Zaeni, tidak hanya sanksi administratif yang harus diberikan kepada MNS, ia menilai teradu juga telah melanggar pasal 83 undang-undang RI nomor 26 tahun 2014 tentang kesehatan.

“Kalau dalam pandangan kami, pasal itu bisa digunakan,” katanya. [tr/but]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar