Hukum & Kriminal

Diduga Cemburu, Laki-laki di Ponorogo Bacok Tetangga dengan Clurit

Pelaku berinisial S, warga Desa Gelangkulon Kecamatan Sampung Ponorogo. (Foto/Polsek Sampung)

Ponorogo (beritajatim.com) – Rasa sakit akibat sabetan celurit di punggung dirasakan oleh M (35), warga Desa Gelangkulon Kecamatan Sampung Ponorogo. Dia menjadi korban penganiayaan oleh tetangganya sendiri yang berinisial S (42), karena diduga cemburu. Pelaku menuduh korban menjalin hubungan asmara terlarang dengan istri pelaku.

“Pelaku penganiayaan yang berinisial S sudah kami tanggap beserta barang buktinya senjata tajam berupa celurit yang digunakan untuk menganiaya korban,” kata Kapolsek Sampung IPTU Marsono, Selasa (18/8/2020).

Marsono menceritakan kronologis aksi penganiayaan tersebut. Kasus itu berawal saat pelaku dan istrinya mendatangi rumah korban. Dengan tujuan menanyakan tentang foto editan yang dibuat oleh korban yaitu foto korban yang disandingkan dengan foto istri pelaku. Namun saat itu, korban tidak ada di rumah, yang ada hanya istri korban.

“Foto editan itu akhirnya diberikan ke istri korban. Dan berpesan akan mendatangi lagi atau korban datang ke rumah pelaku,” katanya.

Selang satu jam kemudian, akhirnya korban mendatangi rumah pelaku. Di sana, korban menanyakan maksud memberikan foto editan tersebut kepada istrinya. Sampai akhirnya terjadi cek-cok antara pelaku dan korban. Hingga pelaku mengambil celurit dan membacokkan ke punggung korban sebanyak 2 kali yang saat itu duduk di ruang tamu. “Bacokan pertama mengenai punggung, yang kedua bisa ditangkis oleh korban,” katanya.

Terjadilah perkelahian, hingga korban bisa mendorong pelaku ke luar rumah. Hingga akhirnya bisa dilerai oleh tetangga pelaku. Korban yang punggungnya berlumuran darah akibat luka oleh sabetan celurit itu langsung dibawa ke Puskesmas Badegan. Dan selanjutnya dirujuk ke RSUD dr. Harjono Ponorogo.

“Hasil pemeriksaan medis bahwa korban mengalami luka terbuka dengan lebar 10 cm dan kedalaman luka 6 cm. Korban rawat inap dan menjalani operasi pembuluh darah,” katanya.

Dihadapan penyidik, pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban, dengan alasan sudah lama mencurigai korban menjalin hubungan asmara dengan istri pelaku. Yang diketahui pelaku lewat sms, facebook dan telepon di handphone istri pelaku.

“Pelaku dijerat sesuai dengan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka berat. Yakni pasal 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar