Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Bupati Ngawi Ony Beberkan Alasan Gugat AJB Bumiputera 1912

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.

Ngawi (beritajatim.com) – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono beberkan kronologi gugatan terhadap Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera. Sebagai nasabah yang tak kunjung mendapatkan pencairan klaim asuransi, dia bersama 272 orang pemegang polis yang seluruhnya warga Ngawi itu merasa kecewa karena klaim tak kunjung dicairkan, tak hanya setahun bahkan ada yang dua tahun.

Ditemui usai memberangkatkan Calon Jemaah Haji dari Pendapa Ngawi, Ony menceritakan bahwa di awal dia dan nasabah sempat bertemu. Keluhan demi keluhan terkait klaim yang telat dibayar membuat nasabah sedih. Mereka yang mayoritas menjadi pemegang polis asuransi pendidikan perguruan tinggi itu nelangsa karena ketika mereka hendak menguliahkan anak mereka justru mendapat harapan kosong dari AJB Bumiputera 1912.

“Berawal dari silaturahmi sesama nasabah, kami urun rembug terkait keluhan itu. Kemudian, saya ditunjuk jadi ketua dari gugatan class action terhadap AJB Bumiputera 1912,” kata Ony Anwar Harsono pada beritajatim.com, Selasa (7/6/2022).

Dirinya secara pribadi juga merasa kecewa, lantaran banyak pekerja di perusahaannya dulu yang menjadi pemegang polis asuransi. Tepatnya sebelum ada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Selain didaftarkan untuk asuransi jiwa juga termasuk dengan jaminan hari tua.

Sayangnya, banyak pula pekerjanya yang berakhir tak bisa segera mendapatkan klaim asuransi. Lantaran, sempat melapor ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sayangnya sampai gugatan dilayangkan, mereka tak dapat kepastian apa-apa terkait klaim asuransi yang jadi hak mereka.

“Total semuanya dengan pemegang polis lainnya sebanyak Rp6,48 miliar. Iuu belum termasuk dengan rentetan lain seperti ganti rugi karena telat pencairan dan sebagainya. Jika ditambah dengan ganti ruginya mungkin bisa lebih dari Rp7 miliar. Jadinyang kami gugat ini baru pokoknya saja, dari apa yang kami bayarkan tiap bulannya itu sesuai dengan kesepakatan jatuh tempo pencairan klaim,” lanjut Ony.

Dia menyebut kalau gugatan terhadap AJB Bumiputera 1912 tak hanya ada di Ngawi saja. Ada banyak pemegang polis di Indonesia yang turut menggugat. Dia menyebut semenjak perusahaan asuransi itu gonjang ganjing banyak sekali klaim asuransi pemegang polis tak karuan.

“Gugatan kami sudah terdaftar di Pengadilan Negeri Ngawi, sudah sidang yang kedua. AJB Bumiputera 1912 menerima gugatan itu. Proses hukum tetap berlanjut,” pungkasnya. [fiq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar