Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Beraksi di 22 TKP, Pencuri Spesialis Sekolah di Jombang Ditembak Polisi

Jombang (beritajatim.com) – Sat Reskrim Polres Jombang menangkap pelaku pencurian di 22 TKP (Tempat Kejadian Perkara). Pelaku menyasar sekolah, baik SD maupun SMP, yang ada di Jombang, Jawa Timur.

Aksi tersebut dilakukan mulai Januari 2021. “Pelaku ditangkap di rumahnya. Dia pencuri spesialis sekolah,” kata Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho saat merilis kasus tersebut, Kamis (16/9/2021).

Pelaku bernama M Jinar Ridwan (37), warga Desa Grogol, Kecamatan Diwek, Jombang. Saat ditangkap di rumahnya, polisi melumpuhkannya dengan timah panas. Sebutir peluru bersarang di kaki kanannya. Dalam pemeriksaan, bapak dua anak ini mengakui perbuatannya, yakni melakukan pencurian di 22 TKP yang tersebar di berbabai kecamatan di Kabupaten Jombang.

Dari jumlah itu, aksi terakhir Jinar Ridwan dilakukan pada Senin (13/9/2021) sekitar pukul 01.00 dinu hari di SDN Podoroto, Kecamatan Kesamben. Dalam aksinya, pelaku berhasil menggondol sejumlah barang berharga. Di antaranya, 3 proyektor, 1 layar monitor CCTV, 2 spiker aktif,1 laptop merk asus, 2 printer, serta sepasang sepatu merk Vladio.

Oleh pelaku, barang elektronik tersebut dimasukkan ke dalam karung. Kemudian diangkut menggunakan sepeda motor Vario warna merah untuk dibawa ke rumah. Atas pencurian itu, kerugian sekolah ditaksir mencapai Rp 30 juta.

Barang-barang serupa juga didapatkan pelaku saat beraksi di 21 TKP lainnya. Barang bukti tersebut ada yang sudah dijual ke Surabaya, ada juga yang masih tersimpan di rumahnya. Dalam konferensi pers, barang bukti tersebut dibeber di atas meja.

Bagaimana modus operandi pelaku? Kapolres Jombang mengungkapkan, tersangka mencari sasaran dengan memperhatikan gembok pada pintu gerbang sekolah. Nah, sasarannya adalah posisi gembok berada di luar pagar. Pelaku memastikan bahwa jika gembok berada di luar pagar, maka tidak ada orang di dalam lingkungan sekolahan.

Kemudian tersangka masuk dengan cara merusak gembok tersebut. Selnjutnya, mencongkel jendela dan masuk ruangan untuk mengambil barang berharga. “Pengakuan sementara, dia beraksi sendiri. Namun tetap kita dalami,” kata Kapolres.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya paling lama tujuh tahun penjara. [suf/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar