Hukum & Kriminal

2 Polsek di Kabupaten Malang Tak Boleh Lakukan Penyidikan

Wakapolres Malang, Kompol Kompol Himawan Setiawan. (Foto: Brama Yoga/Beritajatim.com).

Malang (beritajatim.com) – Dua markas Kepolisian Sektor atau 2 Polsek di wilayah hukum Polres Malang sejak Rabu (31/3/2021) kemarin, sudah tidak bisa lagi melakukan penyidikan tindak kejahatan. Kedua Polsek di wilayah Kabupaten Malang itu yakni Polsek Ngajum dan Polsek Pagak.

“Itu keputusan Kapolri, turun pada hari Rabu kemarin,” ungkap Wakapolres Malang, Kompol Himawan Setiawan saat dikonfirmasi, Kamis (1/4/2021).

Alasanya, kata Himawan, karena jumlah laporan polisi (LP) tindak kriminal selama satu tahun di dua Polsek tersebut, idak lebih dari 10 LP sebagaimana standarisasi Mabes Polri.

“Saat ini, kedua Polsek ini hanya menjaga Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat),” imbuh Himawan.

Sementara jika ada tindak kriminal pada kedua Polsek itu maka penanganannya langsung diambil oleh jajaran Polres Malang.

“Untuk mengawasi itu (tindak kriminal), kita tetap menaruh personel Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) di dua Polsek tersebut,” tegasnya.

Sebagai informasi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan keputusan bahwa tidak semua polsek dapat melakukan penyidikan. Hal itu sesuai Keputusan Kapolri Nomor Kep/613/III/2021 tentang Penunjukan Kepolisian Sektor Hanya untuk Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat pada Daerah Tertentu (Tidak Melakukan Penyidikan).

Di Indonesia, ada 1.062 Polsek yang tidak bisa melakukan penyidikan. Sedangkan di Jawa Timur sebanyak 209 Polsek, dan 2 di antaranya adalah Polsek di wilayah hukum Polres Malang.

Menurut beberapa sumber, setidaknya ada 2 alasan Kapolri mengeluarkan keputusan tidak semua Polsek bisa melakukan penyidikan itu. Pertama karena banyak Polsek yang berdekatan dengan Polres, sehingga penyidikan dinilai lebih baik diserahkan ke Polres. Kedua akibat faktor wilayah yang relatif cukup aman. [yog/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar