Lamongan (beritajatim.com) – Usai hujan deras disertai angin kencang menerjang puluhan rumah di Lamongan, kini 8 rumah kembali diterjang dan rusak. Bahkan, sebuah rumah kayu dan pohon asam di tepi jalan pun ikut roboh dalam peristiwa ini.
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di 2 desa di Kecamatan Kembangbahu, yaitu Desa Dumpiagung dan Desa Moronyamplung. Sedangkan, pohon asam yang roboh berada di pinggir Jalan Raya Desa Dumpiagung menuju Kecamatan Mantup.
Akibat pohon yang roboh, arus lalu lintas setempat pun sempat macet. “Peristiwa ini mulai sekitar pukul 15.00 WIB kemarin. Hujan lebat disertai angin kencang,” ujar Camat Kembangbahu Sutikno saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (11/12/2021).
Menurut Sutikno, rumah kayu yang roboh itu milik Zeni, warga Dusun Kedungsari, Desa Moronyamplung. Tampak, atapnya ambrol dan kerugian yang dialaminya ditaksir kurang lebih Rp 5 Juta.
Sutikno menambahkan, 8 rumah lainnya yang rusak melanda 2 Dusun di Desa Dumpiagung, yakni Dusun Kedungbulu dan Dusun Dogo. “D.i Dusun Kedungbulu Desa Dumpiagung ada sebanyak 6 rumah dan yang di Dusun Dogo 2 rumah,” tambahnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”puting-beliung”]
Bencana hujan deras disertai angin kencang di Kecamatan Kembangbahu ini terjadi kedua kalinya di musim hujan saat ini. Menurut Sutikno, upaya penanganan, pembenahan dan pembersihan dilaksanakan pada hari ini oleh Muspika dan masyarakat setempat.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah,” terangnya.
Sementara untuk evakuasi pohon tumbang di Jalan Raya, Sutikno menuturkan, dilakukan oleh anggota TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan, dan masyarakat setempat agar tak menimbulkan kemacetan.
“Saat ini arus lalu lintas sudah lancar kembali, karena pohon yang tumbang telah berhasil dievakuasi,” pungkasnya.[riq/ted]






