Mojokerto (beritajatim.com) – Aksi sekelompok mahasiswa melakukan upaya dugaan kampanye hitam atau black campaign terkait Pemilihan Preside (Pilpres) tahun 2024 di salah satu kampus Universitas di Lamongan, viral. Aksi tersebut menuai respon dari sejumlah pihak, salah satunya dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mojokerto.
Ketua Umum HMI Cabang Mojokerto, Tsabit Imahdi Haqiqi mengecam aksi sekelompok mahasiswa di Lamongan yang menyebarkan selebaran bertuliskan tolak pelanggar HAM dan politik dinasti. Black campaign yang dilakukan sekelompok mahasiswa di Lamongan menjadikan catatan yang buruk sejarah demokrasi Indonesia.
“Mahasiswa dan pemuda seharusnya mengawal laju demokrasi yang damai dalam Pilpres dan Pileg, 14 Februari 2024 mendatang, agent of change, sosial kontrol dan aksi di Lamongan tentu sangat disayangkan karena malah menjadi contoh yang tidak baik. Namun aksi tersebut juga tidak mencerminkan sebuah tindakan yang bijak,” ungkapnya, Jum’at (12/01/2024).
Tsabit mengajak kepada pemuda, mahasiswa dan juga golongan lain khususnya di Mojokerto yang lain untuk bisa menjaga kondusifitas, keamanan dan ketertiban masyarakat menghadapi tahun politik. Sehingga proses demokrasi lima tahunan di Mojokerto bisa berjalan kondusif, aman, guyub dan lancar.
Sekedar diketahui, aksi membagikan selebaran tolak pelanggar HAM dan Politik Dinasti yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Lamongan pada, Kamis (11/1/2024) kemarin. Potongan video aksi tersebut beredar di grup WhatsApp (WA). [tin/kun]
![HMI Cabang Mojokerto Respon Aksi Mahasiswa Lamongan Lakukan Dugaan Black Campaign Ketua Umum HMI Cabang Mojokerto, Tsabit Imahdi Haqiqi. [Foto ; its]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240112-WA0009.jpg)





