Malang (beritajatim.com) – Perusahaan rintisan yang bergerak di bidang pendidikan terus bertambah. Salah satunya, Heztek Coding. Sejak tahun 2018, startup tersebut fokus memberikan edukasi mengenai coding, computer science hingga teknologi kepada anak-anak.
“Kami memiliki banyak project belajar coding untuk anak. Dulu, ada kelas online. Sekarang, kami mengembangkan produk modul, buku, e-book. Ke depan, akan ada juga alat peraga untuk pendidikan,” terang Founder sekaligus CEO Heztek Coding, Heni Prasetyorini.
Menurut Heni, berkaca dari sederet fenomena yang ada di luar negeri, banyak anak yang sudah mempelajari coding. Namun, di Indonesia masih belum banyak.
“Untuk itu, goals kami di masa mendatang, anak-anak bisa memahami coding, programming dan kemampuan komputer lainnya. Kami memberikan pemahaman sesuai dengan jenjang umur mereka,” kata Heni.
Meski sempat terhalang pandemi, Heztek Coding saat ini sedang berupaya untuk menggencarkan kembali berbagai kegiatan offline. Untuk itu, mereka banyak berkolaborasi dengan sekolah-sekolah dan partners lainnya.
“Kami juga membangun kolaborasi dengan mitra. Selain itu, juga ingin bersinergi dengan beberapa komunitas yang ada di Surabaya. Sehingga, juga bisa membuka kelas coding bagi remaja,” papar dia.
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
Selain itu, mereka juga berupaya meyakinkan orang tua agar anaknya diberi edukasi mengenai coding. Diharapkan, bisa menjadi pelengkap dari pelajaran yang sudah diterima di sekolah.
“Ini (coding adalah) future skill. Jadi, kami berusaha memberikan pemahaman bahwa belajar coding tidak mengganggu waktu saat sekolah dan juga bisa menjadi bekal di masa depan. Tujuannya, agar anak bisa lebih semangat belajar,” pungkas dia. (ted)
=================
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






