Surabaya (beritajatim.com) – Selama satu minggu daerah di Jawa Timur (Jatim) diperkirakan bakal mengalami cuaca ekstrem sejak tanggal 10 hingga 16 Oktober 2022. BMKG Klas I Juanda merilis kewaspadaan cuaca ekstrem dan gelombang Rossby di sebagian besar wilayah Jatim.
Berdasar hasil analisis dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur yang terkini, menunjukkan keberadaan pola belokan angin. Di samping itu juga perlambatan kecepatan angin yang dapat menyebabkan peningkatan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan.
Aktifnya fenomena gelombang atmosfer Equatorial Rossby, serta suhu muka laut di perairan Jawa Timur masih hangat dengan anomali kurang lebih +1.0 sampai +3.0 °C, sehingga suplai uap air akan semakin banyak di atmosfer.
[berita-terkait number=”5″ tag=”BMKG”]
“Kondisi itu berpengaruh pada pembentukan awan Cumulonimbus yang kian intens dan bisa berakibat cuaca ekstrem misalnya hujan lebat, angin kencang, puting beliung juga hujan es,” terang Kepala BMKG Klas I Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan dikutip dari keterangan tertulis Rabu (13/10/2022).
BMKG juga menyampaikan waspada untuk wilayah Jatim dalam satu minggu ini karena cuaca ekstrem. Sebab ada potensi genangan, banjir bandang, hujan es sampai peristiwa angin puting beliung.
“Beberapa wilayah yang patut diwaspadai memiliki potensi cuaca ekstrem yang bisa berakibat bencana hidrometeorologi (genangan, banjir, banjir bandang, angin kencang, puting beliung, hujan es maupun tanah longsor untuk wilayah dataran tinggi) untuk periode tanggal 10 sampai 16 Oktober 2022,” terangnya kemudian.
Wilayah itu meliputi Surabaya, Sidoarjo. Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kabupaten dan Kota Madiun. Kemudian Tulungagung, Ngawi, Pacitan, Trenggalek.
Selain itu akan terjadi juga di daerah Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten dan Kota Probolinggo Kabupaten dan Kota Pasuruan, Lumajang, Situbondo, Banyuwangi, Bondowoso, Bangkalan, Pamekasan, Sampang, dan Sumenep. (dan/kun)






