Surabaya (beritajatim.com) – Komunikasi menjadi sesuatu yang penting dalam membangun hubungan. Apalagi untuk pasangan yang sedang menjalani hubungan jarak jauh seperti LDR. Keterbatasan jarak untuk bertemu membuat mereka akan lebih sering bahkan hampir setiap hari bertelepon di malam hari hingga tertidur.
Mungkin beberapa orang sering mengalami hal ini ketika sedang bertelepon di malam hari atau tengah malam, kita lupa mematikan telepon sampai akhirnya tertidur. Kebiasaan ini ternyata disebut dengan sleep call. Pengertian kata ini secara harfiah adalah sleep yaitu tidur dan call yaitu panggilan.
Jadi, ketika digabung, sleep call berarti panggilan tidur. Namun, apa makna sebenarnya? Hal ini sering dipakai untuk menyebutkan kegiatan saling bertelepon atau panggilan video (video call) hingga tertidur atau teleponan lalu ketiduran.
Umumnya, kegiatan ini dilakukan orang sepasang kekasih yang sedang saling bertelepon di malam hari untuk bercerita satu sama lain hingga ketiduran. Walaupun kebiasaan ini dapat dilakukan untuk siapa saja, seperti teman atau keluarga. Maka dari itu, kebiasaan Sleep call sangat cocok untuk pasangan long distance relationship atau hubungan jarak jauh.
Selain itu, kebiasaan ini dapat dilakukan dengan keluarga atau sahabat yang berbeda kota. Cara ini dilakukan untuk mempererat hubungan meskipun terbatas oleh jarak, namun tetap terasa dekat.
Berdasarkan informasi dari The Atlantic, Jeff Hancock sebagai profesor komunikasi di Stanford mengatakan jika sleep call dapat dijadikan sebagai bukti komitmen suatu hubungan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”hubungan”]
Secara tidak langsung, mereka sedang berbagi ‘tempat tidur’ lewat obrolan video. Sama halnya dengan menempati ruang fisik yang sama tanpa hambatan dan keterbatasan. Hal ini menandakan seseorang rela memberikan waktu dan energi serta teknologi untuk pasangannya.
Walaupun terbatas dengan layar, tapi dampak dari sleep call mampu memberi kehangatan bahkan membantu mempertahankan hubungan. Sebuah fenomena baru dari kemajuan teknologi komunikasi.
Jika dahulu kita menggunakan surat, panggilan telepon sekarang mulai ada obrolan video sehingga keakraban tetap terjaga meskipun pada jarak yang jauh sekalipun. Adanya teknologi cukup membantu, tapi tidak akan menggantikan kebersamaan secara fisik. (PRD/ian)






