Sumenep (beritajatim.com) – Petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) Pemilu 2024 menemukan ada beberapa pemilih dalam 1 KK tercatat di TPS berbeda.
Komisioner KPU Sumenep, Rafiqi mengaku mendapat laporan itu saat melakukan monitoring dan evaluasi atas pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan pantarlih secara ‘door to door’.
“Ada beberapa pemilih yang terpisah TPS dalam 1 KK. Nah ini juga bagian dari tugas pantarlih untuk merapijan data pemilih. Bukan sekedar coklit saja,” katanya, Kamis (23/2/2023).
Ia menjelaskan, temuan-temuan tersebut akan diberi tanda dan kode khusus. Berikutnya akan disampaikan pada pantarlih lain yang mencoklit di TPS berbeda di 1 KK, untuk kemudian dirapikan, pemilih tersebut akan dijadikan satu ke TPS mana.
BACA JUGA:
Khawatir ‘Curi Data’, Sejumlah Warga Sumenep Tolak Pendataan Pantarlih Pemilu 2024
“Jadi nanti akan dikoordinasikan dengan sesama pantarlih. Misalnya di 1 KK itu ada yang tercatat di TPS 10 dan TPS 11. Nah, pantarlih di dua TPS ini nanti akan berkoordinasi, pemilih itu akan dijadikan satu ke TPS yang mana. Nanti itu disebut dengan pemilih potensial,” paparnya.
Ia menambahkan, dari hasil monitoring dan evaluasi, rata-rata tugas pantarlih melakukan coklit telah rampung 50 persen. Bahkan di beberapa tempat, sudah selesai 100 persen.
“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada kendala berarti saat pantarlih turun ke lapangan untuk coklit ke rumah-rumah warga,” ujarnya.
BACA JUGA:
Pantarlih di Jombang Temukan Nenek Berusia 126 Tahun saat Coklit
Jumlah Pantarlih di Kabupaten Sumenep tercatat sebanyak 3.855 orang. Jumlah tersebut sesuai dengaj jumlah TPS Pemilu 2024 yang ada di Sumenep. Sesuai jadwal dan tahapan Pemilu, coklit dilaksanakan mulai 12 Februari hingga 14 Maret 2023. [tem/suf]






