Blitar (beritajatim.com) – Harga telur ayam utuh di Blitar terus meroket hingga Rp30-31 ribu per kilogramnya. Mahalnya harga telur itu membuat para produsen kue dan roti di Kota Blitar kelabakan.
Untuk menyiasati harga yang mahal, para produsen kue memilih menggunakan telur bentesan yang kualitasnya masih baik. Seperti yang dilakukan Martina Aprilya, produsen kue asal Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.
Martina memilih menggunakan telur bentesan yang kualitasnya bagus karena harganya murah. Per kilogram telur bentesan dijual pada harga Rp17 ribu.
“Kalau beli yang utuh dengan harga mahal sekarang yang pasti tidak mampu, kalau saya menggunakan telur bentesan yang kualitasnya bagus karena harganya cuma Rp17 ribu,” kata Martina, Senin (5/12/2022).
Harga telur bentesan tersebut sebenarnya juga sudah mengalami kenaikan. Sebelumnya, harga telur bentesan per kilonya sebesar Rp15 ribu.
Kondisi itu pun jelas berdampak pada membengkaknya biaya produksi kue milik Martina.
Dia juga mengaku sejak harga telur ayam melambung, keuntungan yang didapat berkurang hingga 10 persen lebih. Martina hanya bisa berharap pemerintah segera menstabilkan harga telur agar usahanya tidak gulung tikar.
“Kalau penurunan omzet pasti, keuntungan bahkan berkurang hingga 10 persen jika dibandingkan saat harga semua bahan normal,” jelasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”harga-telur-naik”]
Kebutuhan telur ayam untuk produksi kue di usaha milik Martina ini terbilang cukup besar, berkisar antara 25 hingga 50 kilogram per harinya. Jumlah tersebut tidak dia kurangi karena untuk menjaga kualitas kue dan roti yang dibuatnya.
Menaikan harga jual pun menjadi opsi yang diambil oleh Martina daripada mengurangi jumlah bahan baku telur. Kini harga kue dan roti produksi Martina naik Rp500 setiap buahnya.
Pilihan menaikkan harga jual roti dan kue ini pun membawa dua dampak yang berbeda untuk usaha Martina. Satu sisi, Martina bisa menutup tingginya biaya bahan baku telur namun di sisi lain banyak pelanggan yang mengeluh
Tidak sedikit pula pelanggan yang akhirnya batal membeli. Ini setelah tahu harga kue produksi Martina naik.
“Untuk mensiasati mahalnya harga telur, kami memilih untuk menaikkan harga jual dari yang awalnya 2 ribu menjadi 2.500 rupiah per buah” paparnya.
Martina menceritakan, harga telur ayam bentesan saat ini sudah mendekati harga tertinggi yang sempat terjadi beberapa bulan lalu. Pada saat itu, harga tertinggi telur bentesan bahkan telah mencapai Rp20 ribu per kilogram.
Produsen kue tersebut pun khawatir jika harga telur bentesan yang berkualitas baik kembali menyentuh angka Rp20 ribu seperti beberapa bulan lalu. Kekhawatiran tersebut muncul karena peningkatan harga telur terjadi mendekati momen Natal dan Tahun Baru, di mana permintaan sedang tinggi-tingginya.
“Harga tertinggi sempat beberapa bulan lalu saat mencapai 20 ribu per kilogram, saya khawatir kalau melebihi itu” kata Marlina
Marlina dan para produsen kue di Kota Blitar khawatir jika harga telur terus meningkat, maka keberlangsungan usahanya bisa terancam. Para produsen kue itu pun berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk menghentikan peningkatan harga telur. [owi/beq]






