Ponorogo (beritajatim.com) – Harga telur di Ponorogo untuk saat ini melambung tinggi. Di tingkat pengecer, masyarakat harus membeli 1 kilogram dengan harga Rp 30 ribu. Menurut salah satu distributor telur di bumi reyog, mahalnya harga telur dipasaran adalah imbas dari anjloknya harga telur pada bulan Oktober lalu.
Banyaknya peternak yang pada bulan Oktober gulung tikar. Hal itu membuat stok telur menjadi menipis sekarang ini. Dengan begitu, harga menjulang tinggi, dibarengi dengan permintaan yang meningkat.
Keadaan tersebut dibenarkan oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo. Setja Hardjana, Kasie Usaha dan Produksi Peternakan, Dipertahankan Ponorogo menyebut pada Oktober lalu, harga pakan tinggi sementara harga telur justru turun.
Hal tersebut membuat peternak kecil seperti mengalami goncangan, hingga banyak peternak yang kolab atau bangkrut. Mereka akhirnya menjual ayam-ayam mereka meski masih dalam keadaan produktif. “Dulu harga pakan naik tinggi, sedangkan harga telur murah diharga Rp 15 ribu. Ya peternak kecil mengalami goncangan, mengalami kolab atau bangkrut,” kata Setja Hardjana, Senin (27/12/2021).
Setja Hardjana mengungkapkan, pihaknya selalu mengecek harga telur setiap harinya. Dirinya mengaku kaget saat mengetahui harganya naik begitu drastis. Sempat harga telur diangka Rp 25 ribu per kilogramnya.
“Setiap hari ada yang memantau harga pasar. Saya juga kaget, sekarang bisa naik begitu drastis,” katanya.
Yang terjadi saat ini, kata Setja Hardjana, posisi barang sedikit, namun permintaan melimpah. Sehingga barang atau telur mengalami kenaikan harga. Selain faktor tersebut, kenaikan terjadi karena saat ini juga terjadi pencairan bantuan pokok non tunai (BPNT) yang salah satunya adalah telur.
[berita-terkait number=”4″ tag=”harga-telur”]
“Bansos memang saat ini waktunya dikeluarkan. Ada penerima manfaat yang mengambil telur di toko yang ditunjuk oleh Dinsos. Natal dan tahun baru juga memicu kenaikan, kan banyak yang masak-masak dan itu memerlukan telur,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sempat terjun bebas diharga Rp 15 ribu per kilogram di bulan Oktober lalu, kini harga bahan pokok telur di Ponorogo melambung tinggi diharga Rp 30 ribu per kilogram. Naiknya harga telur berkaitan dengan keadaan harga telur saat anjlok pada bulan Oktober lalu. Hal itu diungkapkan oleh Wiwin Suryati, salah satu distributor telur di wilayah Ponorogo.
“Sekarang peternak ayam petelur itu sedikit, sedangkan permintaan meningkat. Otomatis harganya melambung tinggi,” kata Wiwin saat ditemui oleh awak media di tokonya jalan Diponegoro Kelurahan Kauman. [end/suf]






