Magetan (beritajatim.com) – Sekitar 29,7 persen warga Magetan terkena penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi pada tahun 2023. Angka itu berdasarkan jumlah penduduk Magetan pada 2023, yakni 684.436, pun 203.740 diantaranya terkena hipertensi di tahun yang sama.
Rizki Dian Puspitasari, Pengelola Program Pencegahan dan Pengendalian PTM dan Keswa Dinas Kesehatan Magetan mengatakan, hipertensi menjadi penyakit tidak menular yang menduduki angka tertinggi di Magetan.
‘’Masyarakat Magetan banyak terjangkit hipertensi. Totalnya 203.740 orang di tahun 2023 saja. Kedua adalah penyakit diabetes melitus dengan jumlah 14.813 di tahun yang sama. Penyebabnya yakni pola makan dengan natrium dan gula berlebih,’’ kata Rizki, Kamis (27/06/2024).
Dia mengatakan, masyarakat masih sering mengkonsumsi makanan asin dan manis dengan berlebihan. ‘’Makanan asin memicu hipertensi dan makanan/minuman asin akan memicu diabetes,’’ katanya.
Dua penyakit tidak menular ini jadi atensi DInas Kesehatan Magetan. Karenanya, pihaknya menyelenggarakan Lomba Jambore Kader Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa (Keswa) pada Kamis (27/06/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas para kader Posbindu, khususnya dalam menangani PTM.
Rizki, menjelaskan bahwa lomba jambore ini diadakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader Posbindu dalam memberikan pelayanan kesehatan, terutama untuk PTM.
“Dengan jambore ini, diharapkan para kader Posbindu dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan maksimal kepada masyarakat. Deteksi dini PTM sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Oleh karena itu, peran kader Posbindu dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang PTM dan melakukan skrining kesehatan secara berkala sangatlah penting,” jelas Rizki.
Diharapkan dengan peningkatan kualitas para kader Posbindu, masyarakat di Kabupaten Magetan dapat lebih terlindungi dari PTM dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik. [fiq/kun]






