Malang (beritajatim.com) – Gus Thoriq menemukan sumur kuno yang tertimbun akar pohon bambu di Kabupaten Malang. Kondisi air di sumur itu siap minum dan dia meyakini berkhasiat.
Ulama muda bernama lengkap KH. Thoriq Bin Ziyad itu bersama santri dan masyarakat setempat mengangkat air dalam sumur tersbeut ke permukaan.
“Sumur itu berada persis di depan Mushola R. Masykuroh. Pada saat kami temukan, lokasi di sekitar sumur dan Mushola adalah kawasan pohon bambu yang sangat rindang,” ungkap Gus Thoriq, sapaan akrab KH.Thoriq Bin Ziyad, Sabtu (28/1/2023) siang mengawali pembicaraan.
Lokasi sumur berada di area lahan seluas 3.000 meter masuk Dusun Gunung Sari, Desa Sawahan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Gus Thoriq membeli lahan tersebut setahun lalu untuk pembangunan Wisma Santri Indonesia.
Wisma Santri nantinya, bakal diperuntukkan bagi orang-orang berilmu sebagai rumah singgah. Posisi sumur berada persis di bagian depan Mushola R. Masykuroh yang sempat diresmikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, beberapa waktu lalu.
Gus Thoriq bercerita, ia namakan sumur tersebut At-Thoriq. “Sumur At-Thoriq, artinya bintang yang sangat terang. Bagi siapapun saja yang ingin mengambil airnya kami persilahkan. Insya Allah air sumur ini banyak manfaat dan berkhasiat bagi orang yang meminumnya,” tegas Gus Thoriq.
Meski belum diteliti secara ilmiah maupun medis, Gus Thoriq dengan alat-alat yang beredar saat ini, ia pastikan kejernihan air sumur At Thoriq berada di level 1. Sementara air minum dalam kemasan serupa, ambang kejernihan ada di angka 2 dan juga 0 koma sekian.
PH air menurut Gus Thoriq cukup seimbang di angka 7. “Air sumur ini bisa langsung kita minum. Insya Allah kami jamin tidak akan pilek. Sumur kuno ini saat kita temukan tertutup akar pohon bambu. Tapi uniknya akar bambu tidak merusak sumur. Dan airnya masih sangat jernih,” bebernya.
Menurut warga setempat, lanjut Gus Thoriq, sumur kuno itu dahulunya dibuat untuk menyirami lahan tanaman jeruk. Seiring waktu, tidak digunakan lagi. Lahan jeruk juga menghilang. Sumur akhirnya tertimbun rindangnya pepohonan.
Setelah lahan dibeli, Gus Thoriq kemudian berencana membuat bangunan Wisma Santri Indonesia. Gus Thoriq bersama santri dibantu warga, membersihkan lahan tersebut pada tanggal 9 Juni 2022 lalu.
“Waktu bersih-bersih lahan itu kita melihat ada sumur. Kita angkat lalu kita perbaiki. Ternyata air sumur itu masih cukup bersih. Kedalaman sumur sekitar 12 meter. Untuk permukaan air dalam sumur 3 meter,” ujarnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Malang”]
Gus Thoriq yang juga Pengasuh Ponpes Babussalam Banjarejo, Malang itu mengaku, ada cerita dari Madura terkait air sumur tersebut. Setelah sumur ditemukan, orang dari Madura meminta air sumur sebagai penyembuhan anggota keluarganya yang seorang pecandu narkoba.
“Sepertinya air dalam sumur ini bisa menjadi penetral. Terbukti orang yang kecanduan narkoba, bisa berangsur sembuh setelah mengkonsumsi air sumur tersebut,” tuturnya.
Masih kata Gus Thoriq, air sumur juga bersifat alami. Tidak berbau tanah. Beberapa warga yang punya penyakit medis dan non medis, sempat meminta air sumur At Thoriq. sebagai terapi. “Orang yang punya penyakit medis, jika minum air tdari sumur tersebut, ternyata air seninya akan terlihat kotor. Mungkin ini semacam detox. Racun racun dalam tubuh bisa keluar melalui air seni,” urainya.
“Ada yang menggunakan air sumur untuk ruqyah juga. Istilahnya membersihkan badan dari penyakit non medis. Biasanya minum air sumur ini, badan terasa mual, pusing dan muntah-muntah,” sambung Gus Thoriq.
Gus Thoriq menambahkan, pihaknya tidak akan menjual atau membuat usaha apapun dengan keberadaan sumber air yang siap minum tersebut. “Yang pasti air ini tidak untuk usaha ya. Insha Allah untuk berbagi kemaslahatan saja, untuk semuanya yang memerlukan,” papar Gus Thoriq yang juga Inisiator Hari Santri Nasional itu.
Terakhir, Gus Thoriq berharap keberadaan air sumur bisa bermanfaat bagi masyarakat secara luas. Keunikan lainnya air sumur At-Thoriq, meski ada banyak sumur di sekitar milik warga, kadar kejernihan air tidak sama.
“Air sumur ini sepertinya berbeda dengan air dari sumur serupa yang ada di kawasan tersebut. Air ini lebih segar, tidak ada bau tanah dan tidak pernah surut kedalaman permukaan airnya. Kami buatkan tandon agar bisa diambil siapapun airnya. Silahkan dimanfaatkan untuk minum,” Gus Thoriq mengakhiri. [yog/beq]






