Surabaya (beritajatim.com) – Usai dilantik menjadi Pimpinan Pusat Pagar Nusa masa khidmat 2023-2028, Minggu (22/10/2023) di Lapangan Jala Krida Mandala, Surabaya, M Nabil Haroen alias Gus Nabil berkomitmen menjadikan Pagar Nusa sebagai jembatan pemersatu bangsa.
“Sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama, organisasi pencak silat yang dimiliki oleh kiai diharapkan mampu menjadi peneduh juga penyejuk,” ujar Gus Nabil usai acara Ijazah Kubro dan Pengukuhan Pimpinan Pusat Pagar Nusa.
Gus Nabil juga akan melakukan modernisasi administrasi kepada seluruh anggota Pagar Nusa di Indonesia. Total, saat ini Pagar Nusa mempunyai 3 Juta anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Jasad Bayi dalam Kotak Kardus Gegerkan Purwodadi Pasuruan
“Ada data base keanggotaan, penjurian digital, namun ke depan juga hal administrasi. Kalau anggota tiga juta orang se-Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf berpesan agar Pagar Nusa bisa menghadirkan manfaat kepada masyarakat luas. “Anda sekalian sungguh-sungguh menjadi manfaat dan barokah untuk Nahdlatul Ulama, nusa, bangsa, negara, dan kemanusiaan, insya allah,” kata Gus Yahya.
Terdapat puluhan pengurus harian PP Pagar Nusa yang baru saja dikukuhkan hari ini. Ada mantan Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI (Purn) Ganip Warsito yang mengisi salah satu posisi wakil ketua. Sedangkan sekretaris umum PP Pagar Nusa diisi Munawir Aziz dan bendahara umum M Rogib.
Baca Juga: Walkot Kediri Salurkan BLT DBHCHT untuk Buruh Pabrik Rokok
Sementara, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf berperan sebagai dewan pelindung.
Sejumlah pejabat publik dilantik menjadi jajaran dewan pembina PP Pagar Nusa. Mulai dari Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, KH Ahmad Mustofa Bisri, dan KH Said Aqil Siroj. Selain itu ada nama Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit.
Keputusan terkait pengukuhan pengurus PP Pagar Nusa untuk masa khidmat 2023-2028 tertuang di dalam Surat Keputusan PBNU Nomor 246/PB.01/A.II.01.37/99/10/2023.
Surat keputusan itu ditandatangani oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Akhmad Said Asrori, Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Saifullah Yusuf. (ang/ian)






