Probolinggo (beritajatim.com) – Tokoh Jawa Timur yang juga mantan Wakil Gubernur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), melakukan peninjauan langsung ke calon lokasi Sekolah Rakyat (SR) di Kota Probolinggo pada Minggu (13/4/2025) siang. Didampingi Wali Kota Probolinggo, dr. H.M. Aminuddin, M.Kes., Gus Ipul memeriksa kesiapan gedung Rusunawa Baru di Kelurahan Mayangan sebagai tempat program pengentasan kemiskinan dari pemerintah pusat tersebut.
Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 14:00 WIB ini difokuskan pada gedung Rusunawa Baru yang berada di depan Pasar Kronong. Gus Ipul berkeliling melihat kondisi bangunan untuk memastikan kelayakannya sebagai tempat belajar-mengajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sejalan dengan program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat.
Setelah melakukan peninjauan, Gus Ipul menyatakan optimismenya terhadap lokasi tersebut. Menurutnya, gedung Rusunawa Baru di Mayangan sudah cukup representatif untuk memulai program SR di Kota Probolinggo. “Kalau gedung ini, dibuka 4 rombongan belajar ini sudah siap. Tinggal nanti sarana penunjangnya perlu dipastikan dua bulan ke depan oleh tim teknis,” ujar Gus Ipul.
Sekolah Rakyat (SR) sendiri merupakan program nasional yang bertujuan mendukung pencapaian Generasi Indonesia Emas 2045 dengan fokus utama memutus mata rantai kemiskinan. “Sesuai kemauan Presiden Prabowo, ini untuk memutus rantai kemiskinan. Targetnya, satu kabupaten/kota berdiri satu sekolah rakyat,” terang Gus Ipul mengenai visi besar program tersebut.
Ia menjelaskan, mekanisme pendirian SR melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah daerah (Pemda) bertugas mengusulkan lokasi, baik berupa lahan kosong di atas 5 hektare maupun gedung yang perlu renovasi, serta merekrut tenaga pengajar. Sementara pemerintah pusat akan memberikan dukungan sarana dan prasarana lainnya.
Program SR ini akan menyasar anak-anak dari keluarga miskin yang datanya terintegrasi dengan Kementerian Sosial. Tidak hanya fokus pada pendidikan anak, program ini juga akan memberdayakan orang tua siswa. “Orang tua akan kita berdayakan dan harus komitmen agar tidak putus di tengah jalan. Prinsipnya, kita ingin mereka menjadi keluarga yang berkelas, tidak menerima bansos bertahun-tahun,” tutur Gus Ipul.
Dengan kesiapan lokasi di Rusunawa Baru Mayangan, Gus Ipul berharap SR di Kota Probolinggo dapat segera terealisasi pada tahun 2025 ini. “Tahun ini mudah-mudahan bisa dibangun. Dibuka dulu 1 rombel (rombongan belajar) sebanyak 25 siswa. Guru akan direkrut Pemda, bisa ASN dan P3K atau paruh waktu,” paparnya mengenai rencana awal.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menyambut baik dan mengapresiasi kunjungan serta rencana pendirian SR ini. Ia berharap program ini dapat secara signifikan membantu mengangkat derajat keluarga kurang mampu di Kota Probolinggo. “Itu yang paling penting, dapat mengangkat martabat keluarga tidak lagi berada di garis kemiskinan. Kunjungan ini sinyal positif,” pungkasnya. (ada/but)






