Jombang (beritajatim.com) – Seorang guru ngaji bernama Ani Laila Rohmah (38) dan muridnya, Eva (17), warga Dusun Banggle Desa Dapurkejambon Kecamatan/Kabupaten Jombang tertimpa pohon tumbang yang ada di tepi jalan desa setempat, Kamis (17/11/2022) siang. Akibatnya, Ani meninggal di lokasi, sedangkan Eva mengalami luka berat.
Guru dan murid ini mengalami luka cukup parah. Pada Kamis petang, jenazah Ani dimakamkan di TPU (Tempat Pemakaman Umum) desa setempat, sedangkan Eva menjalani perawatan intensif di RSUD Jombang. “Korban meninggal merupakan guru ngaji. Juga pengurus Muslimat NU Desa Dapurkejambon. Sedangkan yang luka berat adalah muridnya,” ujar Kepala Desa (Kades) Dapurkejambon M Subbatul Alimi (55).
Subbatul menjelaskan, petaka itu bermula ketika Ani dan Eva berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna merah. Ani berada di depan, sedangkan Eva dibonceng di belakang. Keduanya perjalanan pulang dari Tambakberas ke rumahnya di Dusun Banggle.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pohon-tumbang”]
Namun di tengah perjalanan, tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba pohon keres atau kersen yang ada di tepi jalan ambruk. Pohon tersebut menghantam pengendara motor tersebut. Motor terlempar, kedua korban terbanting ke aspal. Keduanya mengalami luka di kepala. “Satu orang meninggal atas nama Ani Laila Rohmah,” ujar Kades Dapurkejambon.
Kades menjelaskan bahwa saat kejadian tidak ada hujan juga tidak ada angin kencang. Pohon kersen tersebut ambruk karena kondisinya sudah lapuk. “Pohon itu sudah mengering dan lapuk. Karena itulah akhirnya tumbang dan mengenai pengguna jalan,” kata Subbatul.
Tumbangnya pohon yang memakan korban tersebut juga terekam kamera CCTV yang ada di lokasi. Dalam rekaman itu terlihat Ani membonceng muridnya. Mendekati lokasi kejadian, pohon di pinggir jalan itu roboh menimpa guru ngaji itu. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung berlarian untuk menolong korban. [suf]






