Surabaya (beritajatim.com) – Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Prof Eighty Mardiyan Kurniawati memanfaatkan membran amnion untuk menangani permasalahan uroginekologi.
Dalam orasi ilmiahnya, Prof Eighty menyampaikan bahwa seiring bertambahnya usia, manusia akan mengalami perubahan dan penurunan atas kualitas kesehatan tubuh, baik oleh pria maupun wanita.
Menurutnya, wanita rentan mengalami gangguan penurunan panggul. Akibatnya, Inkontinensia Urin (IU), Prolaps Organ Panggul (POP) dan Overactive Bladder atau terlalu aktifnya aktivitas kandung kemih.
Ia menilai, masalah kesehatan uroginekologi kurang mendapat perhatian karena adanya anggapan bahwa permasalahan uroginekologi jarang mengancam jiwa manusia. Padahal, jika ditelaah, masalah uroginekologi menyebabkan kualitas hidup buruk bagi wanita.
“Saya terdorong memberikan solusi alternatif kepada wanita di Indonesia untuk mengatasi permasalahan kesehatan uroginekologi. Harapannya, wanita di Indonesia memiliki angka harapan hidup dan kualitas hidup yang baik di usia senja,” ujar Prof Eighty, ditulis Kamis (26/10/2023).
Prof Eighty pun mencetuskan inovasi terapi regeneratif dengan memanfaatkan membran amnion. Menurutnya, terapi regeneratif menjadi salah satu langkah alternatif dan efektif untuk mengatasi permasalahan uroginekologi.
Baca Juga: FK Unair Komitmen Beri Manfaat Masyarakat Lewat Kanal Edukasi
Pemanfaatan membran memiliki kebermanfaatan dalam terapi regeneratif baik dari sisi ketersediaan, biaya yang relatif terjangkau dan kesederhanaan isolasi.
Nantinya, membran amnion akan kombinasi dengan material lainnya untuk menciptakan tiga kelompok. Yakni, komposit berbasis amnion, amnion membrane extract (AME) dan hidrogel berbasis membran amnion.
Ia menjelaskan, pemanfaatan membran amnion juga berfungsi untuk bahan pendukung pada kasus cacat vagina pada wanita seusai eksisi parsial erosi mesh. Dengan membran amnion, berhasil mengobati cacat pada dinding vagina dengan minim komplikasi yang serius.
Tak hanya itu, membran amnion juga dimanfaatkan untuk pembuatan liang vagina pada ruang vesikorektal serta penggunaan pada vaginal mold. Dengan ini, membran amnion menghasilkan anatomi dan fungsional yang memuaskan dengan morbiditas perioperatif yang rendah.
“Tentu, saat ini sudah saatnya untuk memberikan perhatian yang khusus pada permasalahan uroginekologi di Indonesia dengan memanfaatkan membran amnion,” tandasnya. [ipl/ted]
[berita-terkait number=”3″ tag=”unair”]






